Gervinho: Ancaman Terbesar Pantai Gading Bukan Haaland, Melainkan Diri Sendiri

Ilustrasi, Gervinho: Ancaman Terbesar Pantai Gading Bukan Haaland. (foto:arsenal/wikipedia/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID (30/6/2026) – Legenda Pantai Gading, Gervinho, menilai tim negaranya tidak perlu terlalu fokus terhadap Erling Haaland jelang duel melawan Norwegia di babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026.
Menurut mantan penyerang Arsenal tersebut, ancaman terbesar bagi Pantai Gading justru berasal dari diri mereka sendiri, bukan dari ketajaman striker Manchester City yang tengah menjadi sorotan di turnamen ini.
Pantai Gading mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya setelah finis sebagai runner-up grup di bawah Jerman. Hadiah atas pencapaian tersebut adalah pertemuan dengan Norwegia yang diperkuat Haaland, salah satu penyerang paling produktif di dunia saat ini.
Striker berusia 25 tahun itu telah mencetak empat gol hanya dalam dua pertandingan di Piala Dunia 2026 dan menjadi tumpuan utama tim asuhan Ståle Solbakken.
Gervinho Minta Pantai Gading Bermain Tanpa Beban
Meski mengakui kualitas Haaland, Gervinho menilai Pantai Gading tidak boleh terjebak dalam tekanan menghadapi salah satu bintang terbesar sepak bola dunia tersebut.
Ia justru melihat posisi Pantai Gading sebagai tim nonunggulan dapat menjadi keuntungan tersendiri dalam pertandingan sistem gugur nanti.
"Saya pikir level kompetisi semakin tinggi. Ini adalah pertandingan sistem gugur. Keuntungan yang kami miliki adalah kami tidak masuk sebagai favorit, jadi itu seharusnya memungkinkan adik-adik saya bermain dengan tekanan yang lebih sedikit," ujar Gervinho kepada Stats Perform dikutip dari fotmob, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, para pemain Pantai Gading sudah berhasil melampaui ekspektasi dengan lolos dari fase grup dan kini harus menikmati momen bersejarah tersebut.
"Mereka harus menikmati momen ini karena di level ini mereka sudah melakukan pekerjaan yang sangat baik. Lolos ke babak berikutnya tentu akan menjadi bonus dan kami berharap mereka bisa melangkah sejauh mungkin di turnamen ini," katanya.
Gervinho bahkan menilai tekanan yang lebih besar justru berada di kubu Norwegia yang datang sebagai favorit.
"Saya rasa tekanan akan berada di pihak Norwegia," tambahnya.
Bukan Hanya Haaland yang Berbahaya
Ketika ditanya apakah Pantai Gading perlu menyiapkan strategi khusus untuk menghentikan Haaland, Gervinho memberikan jawaban yang cukup mengejutkan.
Ia menegaskan bahwa meski Haaland memiliki kualitas luar biasa, Norwegia tidak hanya bergantung pada satu pemain.
"Saya akan mengatakan tidak. Kami hanya perlu mewaspadainya karena dia sangat terampil, pergerakannya bagus, dan penyelesaiannya sangat klinis," ujar mantan pemain AS Roma tersebut.
"Tetapi selain Haaland, saya pikir ada beberapa pemain berkualitas yang mungkin diremehkan, tetapi mereka juga sangat berbahaya."
Namun, menurut Gervinho, fokus utama Pantai Gading tetap harus berada pada performa mereka sendiri.
"Lawan sejati Pantai Gading adalah Pantai Gading sendiri," tegasnya.
Yakin Lini Depan Pantai Gading Bisa Merepotkan Norwegia
Gervinho juga menolak anggapan bahwa Norwegia memiliki keunggulan mutlak dalam kualitas pemain menyerang.
Ia percaya Pantai Gading memiliki banyak talenta yang mampu menciptakan masalah bagi pertahanan lawan.
"Kami juga memiliki pemain-pemain bagus di lini depan. Kami memiliki Ange-Yoan Bonny, Yan Diomande, Amad Diallo, dan Nicolas Pepe," katanya.
Menurut Gervinho, ada banyak pemain yang juga bisa merepotkan pertahanan Norwegia. "Jika kami bermain efisien, mampu menciptakan peluang, dan memainkan sepak bola kami sendiri, maka bukan hanya Haaland yang harus membuat kami khawatir." ujarnya.
"Saya yakin Norwegia juga akan khawatir terhadap kualitas permainan yang kami miliki." tambahnya lebih lanjut.
Yan Diomande Dapat Pujian Khusus
Selain menyoroti Haaland, Gervinho memberikan perhatian khusus kepada winger muda Pantai Gading, Yan Diomande, yang tampil impresif sepanjang fase grup.
Pemain yang disebut-sebut masuk radar Paris Saint-Germain itu mencatatkan statistik mengesankan dengan 10 dribel sukses dan 10 peluang tercipta selama fase grup.
Catatan tersebut membuat Diomande menjadi pemain Afrika kedua sejak 1966 yang mampu membukukan dua angka tersebut dalam satu fase grup Piala Dunia. Ia bahkan menjadi pemain pertama dari negara mana pun yang melakukannya sejak Neymar bersama Brasil pada Piala Dunia 2018.
Gervinho mengaku tidak terkejut dengan perkembangan pesat pemain muda tersebut.
"Melihat dari mana dia memulai dan berbagai klub yang pernah dia bela, Anda bisa melihat bahwa dia terus berkembang dan itu hal yang sangat positif," ujarnya.
"Saat ini saya akan mengatakan bahwa dialah pemain yang bisa memberikan sesuatu yang ekstra dan memimpin serangan Pantai Gading."
Meski demikian, Gervinho mengingatkan bahwa Diomande masih dalam tahap perkembangan dan membutuhkan dukungan dari para pemain senior.
"Kami senang Yan bersama kami. Kami berharap dia bisa memimpin lini serang ini seperti seorang pemimpin dan membantu tim berkembang. Tetapi bukan hanya Yan. Dia masih muda dan terus berkembang. Dia juga bisa mengandalkan pengalaman Nicolas Pepe dan pemain lainnya."
Haaland Kejar Rekor Bersejarah
Sementara itu, Haaland berpeluang mencatatkan namanya dalam buku sejarah Piala Dunia saat menghadapi Pantai Gading.
Setelah mencetak empat gol dalam dua pertandingan pertamanya, penyerang Manchester City tersebut berkesempatan menjadi pemain pertama sejak legenda Hungaria, Sándor Kocsis, pada Piala Dunia 1954 yang mampu mencetak dua gol atau lebih dalam masing-masing dari tiga penampilan awalnya di turnamen tersebut.
Dengan tiket babak 16 besar menjadi taruhannya, duel antara Pantai Gading dan Norwegia dipastikan menghadirkan pertarungan menarik antara ketajaman Haaland dan ambisi Gajah Afrika yang tengah menulis sejarah baru di panggung sepak bola dunia.
(fotmob/hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Luka Modric Nikmati Momen Piala Dunia 2026 di Penghujung Karier






















