Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Valencia Hajar Sevilla 2-0 di Pizjuán: Efisiensi “Los Che” Bungkam Dominasi Tuan Rumah

Mistar.idMinggu, 22 Maret 2026 pukul 09.41 WIB
valencia_hajar_sevilla_20_di_pizjun_efisiensi_los_che_bungkam_dominasi_tuan_rumah

Ilustrasi, Valencia Hajar Sevilla 2-0 di Pizjuán: Efisiensi “Los Che” Bungkam Dominasi Tuan Rumah. (foto:dokumen/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Laga klasik penuh gengsi tersaji di pekan ke-29 LaLiga saat Sevilla FC menjamu Valencia CF di Estadio Ramón Sánchez-Pizjuán, Minggu (22/3/2026) pagi WIB. Alih-alih menjadi panggung dominasi tuan rumah, pertandingan justru memperlihatkan efektivitas tinggi tim tamu.

Valencia sukses mencuri kemenangan meyakinkan dengan skor 2-0—hasil yang menegaskan ketajaman mereka sekaligus memperlihatkan masalah klasik Sevilla: dominasi tanpa penyelesaian akhir.

Sejak awal laga, Sevilla mencoba mengambil inisiatif serangan dengan permainan agresif dari sisi sayap. Beberapa peluang sempat tercipta, termasuk percobaan dari lini kedua, tetapi kurangnya akurasi dan keputusan di sepertiga akhir membuat peluang-peluang itu gagal berbuah gol.

Sebaliknya, Valencia tampil lebih sabar dan terorganisir. Pendekatan mereka sederhana namun efektif: menunggu celah, lalu menghukum.

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-38. Umpan dari sisi sayap disambut sundulan tajam Hugo Duro yang tak mampu diantisipasi kiper Sevilla. Gol ini menjadi momentum penting yang mengubah arah pertandingan.

Tekanan Sevilla belum sempat pulih ketika Valencia kembali memukul di masa injury time babak pertama. Kali ini, Largie Ramazani mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan umpan silang jarak dekat. Skor 2-0 menutup babak pertama sekaligus menjadi pukulan psikologis bagi tuan rumah.

Memasuki babak kedua, Sevilla meningkatkan intensitas permainan. Pergantian pemain dilakukan untuk menambah daya gedor, dengan Isaac Romero dan Akor Adams menjadi tumpuan di lini depan.

Peluang demi peluang pun tercipta. Namun, satu nama menjadi penghalang utama: Stole Dimitrievski.

Penjaga gawang Valencia itu tampil gemilang sepanjang babak kedua. Ia menggagalkan sejumlah peluang emas, termasuk tembakan keras Romero dan sepakan jarak jauh Batista Mendy di menit akhir. Refleks cepat dan positioning yang solid membuat Sevilla frustrasi hingga peluit panjang dibunyikan.

Di sisi lain, Valencia menunjukkan kedewasaan dalam mengelola permainan. Mereka bermain disiplin dengan blok pertahanan rendah, memotong aliran bola Sevilla, dan sesekali melancarkan serangan balik berbahaya. Bahkan di 20 menit terakhir, Valencia lebih fokus menjaga tempo dan meminimalkan risiko.

Hasil ini menjadi bukti nyata bahwa efektivitas masih menjadi kunci utama dalam sepak bola modern. Sevilla mungkin lebih dominan dalam penguasaan bola dan jumlah serangan, tetapi Valencia tampil jauh lebih tajam dan efisien.

Kemenangan ini memberi dorongan penting bagi Valencia dalam perburuan posisi di klasemen LaLiga. Sementara itu, Sevilla harus segera berbenah—terutama dalam hal penyelesaian akhir—jika ingin kembali bersaing di papan atas.

Di Pizjuán, satu pelajaran kembali ditegaskan: dalam sepak bola, bukan soal seberapa banyak peluang diciptakan, melainkan seberapa baik peluang itu diselesaikan.

(fotmob/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN