PSIM Yogyakarta Tundukkan Bhayangkara FC 1-0: Duel Panas Dihujani 8 Kartu Kuning

Ilustrasi, PSIM Yogyakarta Tundukkan Bhayangkara FC 1-0: Duel Panas Dihujani 8 Kartu Kuning. (foto:goal/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
PSIM Yogyakarta meraih kemenangan tipis namun krusial setelah menundukkan Bhayangkara FC dengan skor 1-0 dalam lanjutan Liga 1, Sabtu (22/11/2025) sore. Duel yang digelar pukul 15.30 WIB itu berlangsung keras dan penuh tensi, diwarnai total delapan kartu kuning sepanjang laga.
Gol tunggal dari Rakhmatzoda pada menit ke-38 menjadi penentu tiga poin bagi Laskar Mataram dalam pertandingan yang berjalan ketat dan sarat benturan.
Babak Pertama: PSIM Unggul Lewat Gol Rakhmatzoda
Laga dimulai dengan tempo tinggi. PSIM yang bermain di hadapan pendukungnya tampil agresif sejak menit awal. Ancaman pertama datang lewat sepakan Fase A. pada menit ke-13, namun masih dapat diamankan kiper Bhayangkara.
Tekanan PSIM membuat lini belakang Bhayangkara bekerja keras. Pada menit ke-23, Moises diganjar kartu kuning setelah melanggar keras untuk menghentikan serangan cepat tuan rumah.
PSIM akhirnya memecah kebuntuan di menit ke-38. Rakhmatzoda sukses menjebol gawang Bhayangkara setelah menerima umpan matang dari Sudin F. Gol ini sekaligus menjadi sorotan utama babak pertama, mengingat Bhayangkara kesulitan membangun serangan berbahaya.
Jelang turun minum, tensi semakin meningkat. Ze Valente mendapatkan kartu kuning pada menit ke-43 setelah terlibat benturan di lini tengah.
PSIM menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.
Babak Kedua: Tempo Keras, Hujan Kartu, dan Cedera
Memasuki babak kedua, Bhayangkara melakukan perubahan cepat dengan memasukkan Plazonja pada menit ke-46 demi menambah daya gedor. Namun, PSIM tetap disiplin menjaga struktur permainan.
Kartu kuning kembali bermunculan. Yamadera (52’), Ferrari (61’), dan Rizki S. (67’) menjadi tiga pemain Bhayangkara yang terpaksa menerima hukuman wasit akibat tekel terlambat maupun protes keras. Rizki bahkan kembali mendapat peringatan keras beberapa menit kemudian sebelum digantikan oleh Belleggia (68’).
PSIM juga mulai melakukan rotasi. Fase A. ditarik keluar pada menit ke-77 dan digantikan Sheva, sementara Sudin memberi tempat bagi Sadat F. untuk menjaga intensitas lini tengah.
Drama terjadi pada menit ke-80 saat Adi R. dari Bhayangkara mengalami cedera dan harus digantikan Sapari. Situasi ini membuat momentum Bhayangkara terganggu.
Meski memasukkan beberapa pemain ofensif di akhir laga—termasuk Vidal dan Setyo A.—The Guardian tetap gagal menembus pertahanan kokoh PSIM. Laskar Mataram bertahan disiplin hingga tambahan waktu.
PSIM mengunci kemenangan 1-0 di tengah tekanan dan delapan kartu kuning yang mewarnai pertandingan.
Momentum Penting PSIM dalam Persaingan Klasemen
Kemenangan ini menjadi suntikan energi besar bagi PSIM yang tengah berjuang memperbaiki posisi klasemen. Dengan pertahanan solid dan efisiensi serangan, PSIM menunjukkan karakter matang untuk mengamankan tiga poin dalam pertandingan keras.
Sementara itu, Bhayangkara FC harus mengevaluasi agresivitas berlebihan yang justru merugikan, serta kurangnya kreativitas dalam membongkar pertahanan lawan.
(flashscore/ai/hm27)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER




















