Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Lecce Menggila! Pierotti dan Stulic Bungkam Cremonese 2-0 di Babak Pertama

Mistar.idMinggu, 8 Maret 2026 pukul 19.41 WIB
lecce_menggila_pierotti_dan_stulic_bungkam_cremonese_20_di_babak_pertama

Ilustrasi, Lecce Menggila! Pierotti dan Stulic Bungkam Cremonese 2-0 di Babak Pertama. (foto:fotmob/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Lecce tampil efektif dan penuh determinasi saat menjamu Cremonese pada pekan ke-28 Serie A, Minggu (8/3/2026) di Stadio Ettore Giardiniero – Via del Mare. Hingga turun minum, tuan rumah unggul meyakinkan 2-0 berkat gol Santiago Pierotti dan Nikola Stulic.

Meski kalah dalam penguasaan bola, Lecce menunjukkan bagaimana efektivitas jauh lebih penting dibanding dominasi statistik semata.

Gol Cepat Ubah Arah Pertandingan

Lecce membuka keunggulan pada menit ke-22. Berawal dari pergerakan agresif di sisi kiri, Antonino Gallo melepaskan umpan matang yang disambut sundulan tajam Santiago Pierotti. Bola meluncur mulus ke gawang Cremonese dan menggetarkan publik tuan rumah.

Gol tersebut mengubah ritme laga. Cremonese yang sebelumnya mencoba membangun serangan lewat penguasaan bola mulai kehilangan ketenangan.

Petaka kedua datang pada menit ke-38. Pelanggaran di kotak terlarang membuat wasit menunjuk titik putih. Nikola Stulic yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan tenang. Sepakannya tak mampu dihalau Emil Audero, mengubah skor menjadi 2-0.

Dominasi Tanpa Dampak

Secara statistik, Cremonese unggul penguasaan bola hingga 60 persen. Namun dominasi tersebut tidak berbanding lurus dengan ancaman nyata ke gawang Wladimiro Falcone.

Expected goals (xG) justru menunjukkan perbedaan kualitas peluang. Lecce mencatat angka 1,34, sementara Cremonese hanya 0,34. Total tembakan memang seimbang, tetapi efektivitas menjadi pembeda mutlak.

Transisi cepat Lecce dan eksploitasi sisi kiri menjadi senjata utama yang sulit diantisipasi skema 3-5-2 racikan Davide Nicola.

Di Francesco Menang Taktik

Pelatih Lecce, Eusebio Di Francesco, tampak berhasil membaca celah permainan lawan. Formasi 4-2-3-1 yang diterapkannya membuat lini tengah lebih solid sekaligus fleksibel dalam menyerang.

Duet Ylber Ramadani dan Oumar Ngom mampu meredam aliran bola Cremonese sebelum berkembang menjadi ancaman serius. Sementara Pierotti dan Gallo menjadi motor serangan paling berbahaya sepanjang babak pertama.

Sebaliknya, lini belakang Cremonese terlihat rapuh. Emil Audero bahkan menjadi pemain dengan rating terendah setelah dua kali memungut bola dari gawangnya.

Tren Berbeda Kedua Tim

Kemenangan sementara ini memperpanjang sinyal positif Lecce yang sebelumnya sukses menumbangkan Udinese dan Cagliari. Di sisi lain, Cremonese kembali menunjukkan inkonsistensi setelah rentetan hasil negatif melawan tim-tim papan atas.

Jika mampu mempertahankan tempo dan disiplin permainan, Lecce berpeluang mengamankan tiga poin penting untuk memperkokoh posisi mereka di klasemen sementara.

Babak kedua akan menjadi ujian mental bagi Cremonese. Mereka harus segera mengubah pendekatan—bukan hanya menguasai bola, tetapi juga menciptakan peluang yang benar-benar berbahaya.

(fotmob/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN