Tuesday, July 14, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Janice Tjen Tersingkir di Roland Garros 2026, Tapi Statistik Lawan Emma Navarro Bikin Kagum

Mistar.idSelasa, 26 Mei 2026 pukul 18.14 WIB
janice_tjen_tersingkir_di_roland_garros_2026_tapi_statistik_lawan_emma_navarro_bikin_kagum

Ilustrasi, Janice Tjen Tersingkir di Roland Garros 2026, Tapi Statistik Lawan Emma Navarro Bikin Kagum. (foto:ferry/wikipedia/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Perjalanan petenis Indonesia Janice Tjen di Roland Garros 2026 harus terhenti lebih cepat. Janice dikalahkan petenis Amerika Serikat Emma Navarro pada putaran pertama Prancis Terbuka, Selasa (26/5/2026) sore waktu Paris.

Bertanding di Lapangan 12, Janice menyerah dalam dua set langsung dengan skor 4-6 dan 3-6. Meski kalah, petenis tunggal putri terbaik Indonesia itu mampu memberikan perlawanan sengit sepanjang pertandingan.

Emma Navarro yang kini berada di papan atas ranking WTA dipaksa bekerja keras untuk menundukkan Janice dalam duel berdurasi intens di lapangan tanah liat Roland Garros.

Janice Tjen Tampil Berani Hadapi Emma Navarro

Sejak awal pertandingan, Janice tampil agresif dan tidak bermain defensif menghadapi Navarro yang lebih berpengalaman di level Grand Slam.

Petenis Indonesia berusia 24 tahun tersebut bahkan mampu mencatat empat ace, hanya terpaut satu dari Navarro yang membukukan lima ace sepanjang laga.

Bukan hanya itu, Janice juga unggul dalam persentase servis pertama masuk dengan angka 61 persen, sementara Navarro hanya mencatat 57 persen.

Dalam duel baseline rally khas lapangan tanah liat, Janice beberapa kali sukses memaksa Navarro keluar dari pola permainan nyaman. Ia juga mampu menciptakan tekanan melalui pengembalian servis yang agresif.

Secara statistik, Janice meraih 30 poin return, sedikit lebih baik dibanding Navarro yang mencatat 29 poin penerima servis.

Hal tersebut menunjukkan bahwa petenis Indonesia itu mampu mengimbangi intensitas permainan lawannya, meski secara pengalaman masih tertinggal.

Break Point Jadi Pembeda Utama

Meski permainan berlangsung cukup ketat, Emma Navarro tampil lebih efektif dalam memanfaatkan momen krusial.

Petenis Amerika Serikat tersebut berhasil mengonversi empat dari sembilan peluang break point yang didapatkan. Sementara Janice hanya mampu memanfaatkan dua dari delapan kesempatan break.

Efektivitas pada poin-poin penting menjadi faktor utama yang membuat Navarro mampu mengontrol jalannya pertandingan hingga akhir.

Selain itu, Navarro juga tampil lebih tenang saat memasuki fase-fase tekanan tinggi di setiap game servis.

Pengalaman bermain di turnamen elite WTA Tour menjadi salah satu keunggulan terbesar Navarro dalam duel ini.

Debut Penting Janice Tjen di Roland Garros

Meski tersingkir di putaran pertama, penampilan Janice tetap menjadi sorotan positif bagi tenis Indonesia.

Kehadirannya di main draw Roland Garros 2026 menjadi salah satu pencapaian terbesar tenis putri Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Janice datang ke Paris dengan status petenis Indonesia berperingkat tertinggi di sektor tunggal putri dan sempat menembus ranking 40 besar dunia pada musim ini.

Perkembangan ranking Janice dalam dua musim terakhir dinilai sangat signifikan. Ia mulai konsisten tampil di turnamen level WTA 1000 dan mampu bersaing dengan pemain-pemain elite dunia.

Roland Garros 2026 menjadi bukti bahwa Janice kini bukan sekadar peserta pelengkap di Grand Slam.

Emma Navarro Sedang dalam Performa Terbaik

Di sisi lain, kemenangan ini mempertegas status Emma Navarro sebagai salah satu petenis yang sedang naik daun di WTA Tour.

Sebelum tampil di Roland Garros, Navarro baru saja menjuarai Strasbourg Open 2026, gelar lapangan tanah liat pertama dalam kariernya.

Momentum positif tersebut terlihat jelas saat menghadapi Janice. Navarro tampil stabil, disiplin dalam rally panjang, dan minim melakukan kesalahan sendiri.

Kualitas itulah yang akhirnya menjadi pembeda dalam pertandingan putaran pertama ini.

Janice Tjen Punya Potensi Tembus Elite Dunia

Meski kalah, performa Janice Tjen memperlihatkan bahwa dirinya memiliki fondasi kuat untuk bersaing di level tertinggi tenis dunia.

Servis yang mulai konsisten, kemampuan bertahan dalam rally panjang, serta mental bertanding yang tetap terjaga menjadi modal penting bagi petenis Indonesia tersebut.

Yang masih perlu ditingkatkan adalah efektivitas dalam memanfaatkan poin-poin penting, terutama saat mendapatkan peluang break.

Di level Grand Slam, detail kecil seperti itu sering menjadi penentu hasil akhir pertandingan.

Namun melihat perkembangan performanya sepanjang musim 2026, Janice dinilai memiliki peluang besar untuk terus naik di ranking WTA dan menembus jajaran elite dunia dalam waktu dekat.

Roland Garros 2026 memang berakhir cepat bagi Janice Tjen. Tetapi dari pertandingan melawan Emma Navarro, publik tenis Indonesia mendapat satu pesan penting: Indonesia kini memiliki petenis tunggal putri yang benar-benar mampu bersaing di panggung dunia.

(berbagaisumber/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN