Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Gelar Senegal Dicabut! Maroko Resmi Juara AFCON 2025, Ini Fakta dan Kronologinya

Mistar.idRabu, 18 Maret 2026 pukul 14.38 WIB
gelar_senegal_dicabut_maroko_resmi_juara_afcon_2025_ini_fakta_dan_kronologinya

Ilustrasi, Maroko Resmi Juara AFCON 2025. (foto:wikipedia/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Kontroversi besar mengguncang sepak bola Afrika. Gelar juara AFCON 2025 yang semula diraih Senegal resmi dicabut. Federasi sepak bola Afrika menetapkan Maroko sebagai juara baru lewat keputusan administratif yang memicu perdebatan luas.

Apa yang sebenarnya terjadi? Berikut sorotan lengkap, kronologi, dan fakta menariknya.

Apa Itu AFCON?

Africa Cup of Nations atau AFCON adalah turnamen sepak bola paling bergengsi di Benua Afrika. Kompetisi ini diselenggarakan dua tahun sekali oleh Confederation of African Football (CAF) dan mempertemukan tim nasional terbaik di Afrika.

AFCON bukan sekadar turnamen regional. Ajang ini menjadi panggung lahirnya banyak bintang dunia serta simbol supremasi sepak bola Afrika.

Kronologi: Dari Final Dramatis hingga Pencabutan Gelar

Final AFCON 2025 digelar pada 18 Januari 2026. Saat itu, Senegal keluar sebagai pemenang setelah menundukkan Maroko 1-0 lewat babak perpanjangan waktu.

Namun drama belum berakhir.

Dalam laga tersebut, terjadi insiden kontroversial ketika pemain Senegal sempat melakukan aksi walk-out sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit terkait penalti untuk Maroko. Meski akhirnya pertandingan dilanjutkan dan selesai, insiden itu berbuntut panjang.

Pada 17 Maret 2026, Dewan Banding CAF mengeluarkan keputusan mengejutkan:

- Hasil final dibatalkan

- Senegal dinyatakan kalah 0-3 (forfeit)

- Gelar juara dicabut

CAF menilai aksi meninggalkan lapangan tanpa izin resmi wasit merupakan pelanggaran serius terhadap regulasi kompetisi.

Siapa yang Mencabut Gelar Senegal?

Keputusan pencabutan gelar dilakukan langsung oleh Confederation of African Football melalui Dewan Bandingnya.

Berdasarkan regulasi AFCON, tim yang meninggalkan lapangan tanpa otorisasi dapat dianggap kalah otomatis dengan skor 0-3.

Meski Senegal kembali ke lapangan dan menyelesaikan pertandingan, CAF tetap menganggap tindakan walk-out tersebut sebagai pelanggaran yang cukup untuk membatalkan hasil akhir.

Benarkah Maroko Resmi Jadi Juara?

Ya. Secara administratif, Morocco resmi dinyatakan sebagai juara AFCON 2025.

CAF menetapkan kemenangan 3-0 untuk Maroko lewat mekanisme forfeit. Artinya, dalam catatan resmi turnamen, Maroko adalah juara AFCON 2025.

Namun secara historis, publik sepak bola akan selalu mengingat bahwa Senegal memenangkan laga tersebut di lapangan sebelum keputusan administratif diambil dua bulan kemudian.

Mengapa Keputusan Ini Menuai Kontroversi?

Ada beberapa alasan mengapa keputusan ini menjadi polemik besar:

1. Final tetap diselesaikan hingga peluit akhir.

2. Senegal awalnya telah dinobatkan sebagai juara.

3. Keputusan pencabutan dilakukan hampir dua bulan setelah laga.

Kasus seperti ini sangat jarang terjadi dalam sejarah turnamen besar sepak bola internasional. Perubahan juara melalui keputusan administratif setelah pertandingan resmi selesai adalah preseden yang hampir tak pernah terjadi di level turnamen kontinental utama.

Beberapa laporan menyebut Senegal mempertimbangkan membawa kasus ini ke Court of Arbitration for Sport (CAS), meski hingga kini belum ada keputusan lanjutan yang diumumkan.

Fakta Menarik AFCON 2025

- AFCON 2025 menjadi salah satu edisi paling kontroversial sepanjang sejarah turnamen.

- Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern AFCON, gelar juara berubah setelah laga final selesai dimainkan.

- Keputusan CAF memicu perdebatan global tentang penerapan regulasi disipliner dalam sepak bola internasional.

Kesimpulan: Kasus AFCON 2025 menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola modern, hasil di lapangan belum tentu menjadi keputusan akhir.

Secara resmi, Maroko tercatat sebagai juara. Namun secara emosional dan historis, kemenangan Senegal di lapangan tetap menjadi bagian dari narasi besar turnamen ini.

AFCON 2025 bukan hanya soal trofi — tetapi juga soal regulasi, integritas kompetisi, dan bagaimana keputusan administratif dapat mengubah sejarah.

(berbagaisumber/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN