Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Espanyol vs Alavés 1-2: Gol Jarak Jauh, Tekanan Akhir, dan Efektivitas Tamu

Mistar.idSabtu, 31 Januari 2026 pukul 08.11 WIB
espanyol_vs_alavs_12_gol_jarak_jauh_tekanan_akhir_dan_efektivitas_tamu

Ilustrasi, Espanyol vs Alavés 1-2 pada laga pekan ke-22 LaLiga 2025/2026, Sabtu (31/1/2026) pagi WIB. (foto:goal/wikipedia/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Espanyol gagal memaksimalkan dukungan publik RCDE Stadium setelah takluk 1-2 dari Deportivo Alavés pada laga pekan ke-22 LaLiga 2025/2026, Sabtu (31/1/2026) pagi WIB. Meski tampil dominan dan menekan hingga menit akhir, tim tuan rumah harus mengakui keunggulan efektivitas Alavés yang tampil lebih klinis.

Laga ini menyajikan kontras yang jelas: Espanyol agresif dengan volume serangan tinggi, sementara Alavés tampil lebih sabar, menunggu momen, lalu menghukum kesalahan lawan.

Gol Cepat Espanyol Bangkitkan Atmosfer Stadion

Espanyol mengawali pertandingan dengan intensitas tinggi. Tekanan mereka langsung berbuah gol pada menit ke-15. Roberto Fernández sukses menuntaskan umpan silang dengan sundulan akurat ke sudut bawah gawang Alavés, membuat RCDE Stadium bergemuruh.

Gol tersebut meningkatkan kepercayaan diri Espanyol. Mereka terus menyerang lewat kedua sisi lapangan, dengan Edu Expósito menjadi pengatur ritme sekaligus pemasok umpan silang berbahaya ke area kotak penalti.

Antonio Blanco dan Gol Jarak Jauh Penyeimbang

Di tengah dominasi Espanyol, Alavés justru mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-27. Antonio Blanco melepaskan tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti usai situasi bola mati. Bola meluncur deras ke sudut bawah gawang tanpa mampu dihalau Marko Dmitrović.

Gol ini menjadi titik balik pertandingan. Meski tercipta dari peluang dengan nilai xG rendah, sepakan Blanco menunjukkan kualitas eksekusi dan keberanian mengambil risiko. Setelah gol tersebut, Alavés tampil lebih percaya diri dan mulai keluar dari tekanan.

Babak Kedua Berjalan Intens, Espanyol Terus Menekan

Memasuki babak kedua, tempo permainan meningkat. Espanyol semakin agresif, menciptakan peluang demi peluang lewat bola mati dan duel udara. Kike García, Leandro Cabrera, hingga Pere Milla mendapat kesempatan mencetak gol, tetapi penyelesaian akhir selalu gagal—baik karena melebar, diselamatkan kiper, maupun terjebak offside.

Sebaliknya, Alavés memilih pendekatan pragmatis. Mereka tidak menguasai permainan, tetapi tetap disiplin menjaga lini belakang sambil menunggu celah di pertahanan Espanyol.

Lucas Boyé Jadi Pembeda

Momen penentu datang pada menit ke-71. Melalui serangan cepat, Lucas Boyé menerima umpan di dalam kotak penalti dan menuntaskannya dengan tembakan kaki kanan dari jarak dekat. Gol ini membawa Alavés unggul 2-1 dan sekaligus menjadi pukulan telak bagi Espanyol.

Gol Boyé mencerminkan perbedaan kedua tim pada laga ini: Espanyol membutuhkan banyak peluang, sementara Alavés cukup satu momen bersih untuk mencetak gol.

Tekanan Akhir Tanpa Hasil

Tertinggal satu gol, Espanyol meningkatkan intensitas serangan secara drastis. Enam menit tambahan waktu dimanfaatkan untuk menggempur pertahanan Alavés. Sundulan demi sundulan dilepaskan, terutama melalui skema crossing dari Edu Expósito.

Namun, solidnya lini belakang Alavés serta ketenangan Antonio Sivera di bawah mistar membuat semua upaya Espanyol berujung frustrasi. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 untuk keunggulan Alavés tetap bertahan.

Efektivitas Jadi Kunci Kemenangan Alavés

Kekalahan ini menjadi cerminan nyata perbedaan pendekatan kedua tim. Espanyol unggul dalam tekanan, penguasaan wilayah, dan jumlah peluang, tetapi minim ketajaman. Sebaliknya, Alavés tampil efisien dan disiplin, memaksimalkan peluang yang mereka miliki.

Bagi Espanyol, hasil ini menjadi pekerjaan rumah serius dalam hal penyelesaian akhir. Sementara bagi Alavés, kemenangan di kandang lawan ini mempertegas bahwa efektivitas dan ketenangan masih menjadi senjata ampuh di LaLiga.

(fotmob/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN