Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Dramatis! Milan Bungkam Cremonese 2-0 di Menit Akhir, Leao Jadi Penentu

Mistar.idMinggu, 1 Maret 2026 pukul 20.38 WIB
dramatis_milan_bungkam_cremonese_20_di_menit_akhir_leao_jadi_penentu

Ilustrasi, Milan Bungkam Cremonese 2-0 di Menit Akhir, Leao Jadi Penentu. (foto:fotmob/milan/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Laga sengit tersaji pada pekan ke-27 Serie A 2025/2026 saat Cremonese menjamu AC Milan di Stadio Giovanni Zini, Minggu (1/3/2026) malam WIB.

Setelah 88 menit tanpa gol, Rossoneri meledak di penghujung laga dan memastikan kemenangan dramatis 2-0 lewat gol Strahinja Pavlovic dan Rafael Leao.

Kemenangan ini bukan sekadar tiga poin — tetapi juga suntikan moral penting dalam perburuan gelar yang mulai terasa menekan.

Babak Pertama: Intensitas Tinggi, Tanpa Gol

Sejak peluit awal, Milan tampil agresif. Rafael Leao dan Christian Pulisic menjadi tumpuan serangan, sementara Luka Modric mengatur ritme dari lini tengah.

Peluang emas hadir pada menit ke-34. Umpan terobosan Youssouf Fofana membebaskan Leao dalam situasi satu lawan satu. Namun, penyelesaian winger Portugal itu melebar tipis di sisi gawang Emil Audero.

Cremonese bukan tanpa ancaman. Jamie Vardy dan Federico Bonazzoli beberapa kali memaksa Mike Maignan bekerja keras. Hingga turun minum, skor tetap 0-0 meski Milan unggul dalam expected goals (1.07 berbanding 0.53).

Cremonese Menekan, Milan Bertahan Sabar

Memasuki babak kedua, tuan rumah justru tampil lebih berani. Mereka menguasai bola lebih lama dan menciptakan peluang melalui skema bola mati.

Momen krusial terjadi pada menit ke-81. Sundulan keras Sebastiano Luperto memaksa Maignan melakukan penyelamatan refleks luar biasa. Jika bola itu masuk, cerita pertandingan bisa sangat berbeda.

Pelatih Milan, Massimiliano Allegri, merespons dengan memasukkan Christopher Nkunku dan Niclas Füllkrug untuk menambah daya gedor. Keputusan ini terbukti menentukan.

Menit 89: Pavlovic Pecah Kebuntuan

Ketika laga tampak akan berakhir imbang, Milan mendapat sepak pojok pendek. Bola berawal dari skema Luka Modric yang dikombinasikan dengan Koni De Winter sebelum dikirim ke dalam kotak penalti.

Strahinja Pavlovic muncul tanpa kawalan dan menanduk bola dengan presisi ke tiang jauh. Audero tak mampu menjangkaunya.

Gol tersebut mengubah atmosfer stadion secara drastis — dari optimisme tuan rumah menjadi ketegangan luar biasa.

90+4: Leao Segel Kemenangan

Cremonese mencoba bangkit di sisa waktu tambahan. Namun justru Milan yang menghukum lewat serangan cepat.

Christopher Nkunku mengirim umpan matang kepada Rafael Leao. Kali ini, sang penyerang tak menyia-nyiakan peluang. Sepakan kaki kanannya menghujam gawang untuk memastikan kemenangan 2-0.

Gol ini sekaligus menebus kegagalannya di babak pertama dan menegaskan statusnya sebagai pembeda di laga-laga besar.

Fakta Menarik Pertandingan

- Milan akhirnya mencetak gol tandang ke Cremonese untuk pertama kalinya sejak 1993.

- Ini kemenangan pertama Rossoneri atas Cremonese sejak 1996.

- Dua gol tercipta dalam lima menit terakhir pertandingan.

- Nkunku langsung mencatat assist setelah masuk sebagai pemain pengganti.

- Maignan menjadi kunci dengan penyelamatan penting di menit ke-81.

Dampak ke Klasemen

Tiga poin ini menjaga asa Milan dalam persaingan papan atas Serie A. Setelah hasil inkonsisten dalam beberapa pekan terakhir, kemenangan dramatis seperti ini bisa menjadi momentum kebangkitan.

Sebaliknya, Cremonese harus kembali kecewa. Performa disiplin selama hampir 90 menit sirna akibat dua momen krusial di akhir laga.

Kesimpulan: Pertandingan ini menjadi gambaran klasik Serie A: ketat, penuh taktik, dan ditentukan detail kecil.

Milan mungkin tak dominan sepanjang laga, tetapi kualitas individu dan efektivitas di momen penting menjadi pembeda.

Di Giovanni Zini, Rossoneri membuktikan satu hal — mereka belum menyerah dalam perburuan gelar.

(fotmob/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN