Boca Tersingkir, Flamengo Menggila! Drama Besar Warnai Penutupan Fase Grup Copa Libertadores 2026

Ligo Copa Libertadores. (foto:wikipedia/mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Fase grup Copa Libertadores 2026 resmi berakhir dengan drama besar, kejutan mengejutkan, hingga tumbangnya sejumlah raksasa tradisional Amerika Selatan. Matchday keenam menjadi penentu nasib klub-klub elite Amerika Latin dalam perebutan tiket menuju babak 16 besar kompetisi paling prestisius di benua tersebut.
Sorotan utama datang dari tersingkirnya Boca Juniors di kandang sendiri, sementara Flamengo justru tampil sebagai salah satu tim paling dominan sepanjang fase grup.
Klub asal Brasil itu menutup Grup A dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Cusco. Hasil tersebut membuat Flamengo finis sebagai juara grup dengan koleksi 16 poin hasil lima kemenangan dan satu imbang.
Tak hanya produktif dengan 14 gol, Flamengo juga tampil sangat solid di lini belakang setelah hanya kebobolan dua gol sepanjang fase grup. Statistik tersebut mempertegas status mereka sebagai kandidat kuat juara Copa Libertadores musim ini.
Di laga lain Grup A, Estudiantes memastikan tiket terakhir ke babak 16 besar usai menang tipis 1-0 atas Independiente Medellín. Klub asal Argentina itu finis sebagai runner-up dengan sembilan poin, unggul dua angka atas wakil Kolombia yang harus turun ke playoff Copa Sudamericana.
La Bombonera Membisu: Boca Juniors Gagal Lolos
Kejutan terbesar matchday terakhir datang dari Grup D. Boca Juniors secara mengejutkan gagal lolos ke fase gugur setelah kalah 0-1 dari Universidad Católica di Stadion La Bombonera.
Kekalahan itu membuat Boca hanya finis di posisi ketiga dengan tujuh poin dan harus puas melanjutkan perjalanan ke Copa Sudamericana.
Sebaliknya, Universidad Católica tampil impresif sepanjang fase grup. Wakil Chile tersebut keluar sebagai juara grup dengan raihan 13 poin berkat empat kemenangan dari enam pertandingan.
Cruzeiro menjadi tim kedua yang lolos dari Grup D setelah menghancurkan BSC dengan skor telak 4-0. Klub Brasil itu menutup fase grup dengan 11 poin dan mulai menunjukkan kapasitas sebagai penantang serius di fase knockout.
Independiente Rivadavia Jadi Kuda Hitam Baru
Fase grup musim ini juga melahirkan kejutan besar dari Argentina. Independiente Rivadavia tampil luar biasa di Grup C dan sukses finis sebagai juara grup dengan 16 poin tanpa tersentuh kekalahan.
Pada laga terakhir, mereka menundukkan Bolívar 3-1 untuk mengunci posisi puncak klasemen. Klub asal Mendoza itu juga menjadi salah satu tim paling produktif setelah mencetak 15 gol dalam enam pertandingan.
Sementara itu, Fluminense berhasil menyelamatkan diri usai menang 3-1 atas Deportivo La Guaira. Kemenangan tersebut cukup membawa wakil Brasil itu lolos sebagai runner-up grup dengan delapan poin.
Corinthians Lolos, tetapi Dipermalukan Platense
Di Grup E, Corinthians memang berhasil lolos sebagai juara grup dengan 11 poin. Namun, kekalahan 0-2 dari Platense pada laga terakhir menjadi alarm serius bagi klub Brasil tersebut.
Platense justru tampil sebagai salah satu tim paling mengejutkan musim ini. Klub Argentina itu memastikan tiket 16 besar usai finis di posisi kedua dengan 10 poin.
Nasib berbeda dialami Peñarol. Klub legendaris asal Uruguay tersebut gagal meraih satu pun kemenangan sepanjang fase grup dan hanya mampu mengoleksi tiga poin dari enam pertandingan.
Palmeiras dan Klub Brasil Masih Mendominasi
Dominasi Brasil kembali terlihat di Grup F. Palmeiras tampil agresif dengan kemenangan telak 4-1 atas Junior pada laga terakhir.
Meski demikian, Palmeiras harus puas finis sebagai runner-up grup karena posisi puncak direbut CCP yang mengoleksi 13 poin. Palmeiras sendiri mengakhiri fase grup dengan 11 poin.
Secara keseluruhan, Brasil menjadi negara dengan wakil terbanyak di babak 16 besar lewat keberhasilan Flamengo, Palmeiras, Cruzeiro, Corinthians, dan Fluminense.
Kondisi tersebut kembali memperlihatkan kekuatan finansial, kualitas pemain, dan kedalaman skuad klub-klub Brasil dibanding rival-rival regional mereka.
Grup Paling Dramatis: LDU Quito Menang Tipis
Grup G menjadi salah satu grup paling ketat dan dramatis di matchday terakhir. LDU Quito dan Mirassol sama-sama mengoleksi 12 poin di akhir fase grup.
Namun, LDU Quito berhak finis sebagai juara grup setelah menang dramatis 3-2 atas Always Ready.
Sementara itu, Lanús gagal lolos meski berhasil menang 1-0 atas Mirassol. Klub Argentina tersebut harus puas finis di posisi ketiga dengan sembilan poin.
Drama serupa juga terjadi di Grup H. Independiente del Valle sukses merebut puncak klasemen usai menang tipis 1-0 atas Central dalam laga hidup-mati.
Kedua tim sama-sama mengoleksi 13 poin, tetapi wakil Ekuador unggul selisih gol. Meski kalah, Central tetap lolos sebagai runner-up dan menjadi tim dengan pertahanan terbaik fase grup setelah hanya kebobolan satu gol dalam enam pertandingan.
Daftar Lengkap Tim Lolos ke 16 Besar Copa Libertadores 2026
Flamengo, Estudiantes, Coquimbo, Deportes Tolima, Independiente Rivadavia, Fluminense, Universidad Católica, Cruzeiro, Corinthians, Platense, CCP, Palmeiras, LDU Quito, Mirassol, Independiente del Valle, dan Central resmi melaju ke babak 16 besar Copa Libertadores 2026.
Sementara Boca Juniors, Peñarol, Bolívar, hingga Independiente Medellín harus puas turun ke playoff Copa Sudamericana.
Fakta Menarik Matchday 6 Copa Libertadores 2026
- Boca Juniors menjadi klub terbesar yang gagal lolos ke babak 16 besar musim ini.
- Flamengo tampil sebagai salah satu tim paling dominan dengan 14 gol dan hanya dua kali kebobolan.
- Independiente Rivadavia muncul sebagai kuda hitam baru dari Argentina.
- Central mencatat pertahanan terbaik fase grup dengan hanya satu kali kebobolan.
- Peñarol menutup fase grup tanpa kemenangan.
Peta Kekuatan Amerika Selatan Mulai Bergeser
Copa Libertadores 2026 memperlihatkan perubahan besar dalam peta persaingan sepak bola Amerika Selatan.
Klub-klub tradisional seperti Boca Juniors dan Peñarol mulai kehilangan dominasi, sementara tim-tim dengan proyek modern dan permainan lebih stabil mulai bermunculan.
Brasil masih menjadi kekuatan utama berkat stabilitas finansial dan kualitas skuad yang jauh lebih dalam. Namun, kemunculan Independiente Rivadavia, Platense, hingga Coquimbo menunjukkan bahwa persaingan kini semakin merata.
Selain itu, klub-klub Ekuador seperti LDU Quito dan Independiente del Valle kembali membuktikan diri sebagai ancaman serius di level kontinental.
Dengan performa konsisten dan kedalaman taktik yang kuat, babak 16 besar Copa Libertadores 2026 dipastikan akan menghadirkan duel panas penuh tensi dan kejutan baru.
(berbagaisumber/ai/hm27)
























