Monday, July 20, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

AC Milan Menang 3-2 atas Torino, Formasi 4-3-3 Jadi Kunci Meski Allegri Pilih 3-5-2

Mistar.idMinggu, 22 Maret 2026 pukul 17.54 WIB
ac_milan_menang_32_atas_torino_formasi_433_jadi_kunci_meski_allegri_pilih_352

AC Milan Menang 3-2 atas Torino (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Pelatih Massimiliano Allegri kembali menegaskan preferensinya menggunakan formasi 3-5-2, meski AC Milan tampil lebih efektif saat beralih ke 4-3-3 dalam kemenangan 3-2 atas Torino pada pekan ke-31 Serie A, Sabtu (21/3/2026).

Dalam laga yang digelar di San Siro, Allegri memulai pertandingan dengan skema 3-5-2. Namun, perubahan strategi di babak kedua menjadi titik balik bagi Rossoneri.

Perubahan Formasi Jadi Kunci

Milan sempat kesulitan menembus pertahanan Torino di babak pertama. Gol pembuka baru tercipta pada menit ke-37 lewat tembakan jarak jauh Strahinja Pavlovic.

Namun, keunggulan tersebut tak bertahan lama setelah Giovanni Simeone menyamakan kedudukan sebelum turun minum.

Memasuki babak kedua, Allegri melakukan perubahan krusial dengan menggeser formasi menjadi 4-3-3. Keputusan ini juga dipengaruhi kondisi Fikayo Tomori yang telah mengantongi kartu kuning.

Masuknya Zachary Athekame di posisi bek kanan membuat struktur tim berubah. Alexis Saelemaekers ditempatkan di sayap kanan, sementara Christian Pulisic bergeser ke kiri untuk mendukung striker Niclas Fuellkrug.

Milan Lebih Hidup di Babak Kedua

Perubahan tersebut langsung membuahkan hasil. Milan tampil lebih agresif dan mampu mencetak dua gol tambahan dalam 15 menit awal babak kedua melalui Adrien Rabiot dan Youssouf Fofana.

Torino sempat memperkecil ketertinggalan lewat penalti Nikola Vlasic, namun Milan tetap mampu menjaga keunggulan hingga laga usai.

Allegri Tetap Bertahan dengan 3-5-2

Meski 4-3-3 terbukti efektif, Allegri belum berniat meninggalkan skema andalannya. Ia menilai setiap formasi memiliki fungsi berbeda tergantung situasi pertandingan.

Sementara itu, mantan gelandang Serie A, Hernanes, menyarankan agar Milan lebih konsisten menggunakan 4-3-3.

Menurutnya, perubahan di babak kedua menunjukkan wajah berbeda Milan yang lebih dinamis dan sulit ditebak.

Peran Berat Saelemaekers

Allegri juga menyoroti peran penting Saelemaekers dalam skema baru tersebut. Ia menyebut pemain asal Belgia itu sebagai kunci keseimbangan tim.

Saat bertahan, Saelemaekers harus turun menjadi bek tambahan. Sebaliknya, ketika menyerang, ia berperan sebagai penyerang sayap.

“Dia adalah pemain keseimbangan kami. Terkadang dia sangat kelelahan di akhir pertandingan,” ujar Allegri.

Kemenangan ini menjadi sinyal positif bagi Milan dalam menjaga konsistensi di papan atas Serie A, sekaligus membuka diskusi soal efektivitas taktik yang akan digunakan Allegri ke depan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN