Friday, June 5, 2026
home_banner_first
NEWS ROOM

Newsroom: 70 WBP Lapas Kuala Simpang yang Kembali Akan Dapat Remisi

Mistar.idJumat, 30 Januari 2026 15.30
WA
BD
newsroom_70_wbp_lapas_kuala_simpang_yang_kembali_akan_dapat_remisi

Newsroom: 70 WBP Lapas Kuala Simpang yang Kembali Akan Dapat Remisi

Newsroom: 70 WBP Lapas Kuala Simpang yang Kembali Akan Dapat Remisi

news_banner

Langkat, MISTAR.ID


Sebanyak 70 dari 428 warga binaan pemasyarakatan Lapas Kelas II B Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, yang dilepas saat bencana banjir bandang akhir November 2025 lalu, telah kembali melapor untuk menjalani sisa masa hukuman mereka.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Republik Indonesia, Agus Andrianto, mengatakan para warga binaan yang telah melapor akan diberikan penghargaan berupa remisi atau pengurangan masa hukuman.

Pernyataan tersebut disampaikan Agus Andrianto saat diwawancarai wartawan usai menghadiri peringatan Hari Bakti Imigrasi ke-76 di Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat, Rabu (28/1/2026) siang.

Mantan Kapolda Sumatera Utara itu menjelaskan banjir bandang yang terjadi akhir tahun lalu menimbulkan kerusakan di sejumlah unit pelaksana teknis pemasyarakatan, termasuk Lapas Kelas II B Kuala Simpang, yang hingga kini masih dalam proses perbaikan.

Ia meyakini para warga binaan yang dilepas sementara masih berada dalam masa pemulihan bersama keluarga masing-masing.

Dari total 428 warga binaan, baru 70 orang yang datang melapor secara sukarela. Pemerintah akan terus menghimbau agar seluruh warga binaan segera melapor kembali setelah kondisi dinyatakan normal.

Sebelumnya, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan memutuskan melepas seluruh warga binaan Lapas Kuala Simpang karena kondisi darurat akibat bencana alam yang berdampak langsung terhadap keselamatan dan fasilitas pemasyarakatan.

Sementara itu, di Kabupaten Langkat, ribuan warga memadati Stadion Sepakbola Nur Cahaya untuk menerima bantuan sembako dalam rangka Hari Bakti Imigrasi ke-76.

Agus Andrianto mengungkapkan pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp4 miliar untuk bantuan kemanusiaan, termasuk kebutuhan pokok dan penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak di Aceh dan Sumatera Utara. (hm21).

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN