Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Zakat Fitrah Pakai Uang atau Beras? Ini Penjelasan Ulama yang Perlu Diketahui

Mistar.idSelasa, 17 Maret 2026 16.33
journalist-avatar-top
zakat_fitrah_pakai_uang_atau_beras_ini_penjelasan_ulama_yang_perlu_diketahui

Ilustrasi zakat bisa diberikan dalam berbagai bentuk, bisa uang bisa bahan pokok. (Foto: AFP)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Menjelang akhir bulan Ramadan, umat Islam mulai bersiap menunaikan zakat fitrah sebagai kewajiban sebelum Idulfitri. Namun, di tengah praktik yang beragam, muncul pertanyaan yang sering dibahas: apakah zakat fitrah harus berupa bahan makanan pokok atau boleh diganti dengan uang?

Dalam program #UstazTanyaDong, Wahyul Afif Al-Ghafiqi yang merupakan anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung menjelaskan bahwa mayoritas ulama, khususnya dari mazhab Syafi’i, menganjurkan zakat fitrah dibayarkan dalam bentuk makanan pokok.

Mayoritas Ulama Anjurkan Beras

Menurut Wahyul, anjuran ini didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan zakat fitrah diberikan dalam bentuk bahan makanan.

“Dalam mazhab Syafi’i, zakat fitrah dengan makanan pokok dinilai lebih afdhal atau utama,” jelasnya.

Di Indonesia, makanan pokok yang dimaksud umumnya adalah beras karena menjadi konsumsi utama masyarakat. Penyaluran dalam bentuk beras juga bertujuan memastikan penerima zakat dapat memenuhi kebutuhan pangan saat hari raya.

Bolehkah Zakat Fitrah dengan Uang?

Meski demikian, terdapat pandangan lain dalam fikih Islam. Ulama dari mazhab Hanafi memperbolehkan zakat fitrah dibayarkan dalam bentuk uang, terutama jika dinilai lebih memudahkan pemberi (muzakki) dan lebih bermanfaat bagi penerima (mustahik).

Pendekatan ini mempertimbangkan kondisi sosial, di mana penerima zakat mungkin membutuhkan uang untuk kebutuhan selain makanan.

Praktik di Indonesia

Dalam praktiknya, masyarakat Indonesia umumnya tetap mengikuti pendapat mazhab Syafi’i dengan menyalurkan zakat fitrah dalam bentuk beras. Namun, jika pembayaran dilakukan melalui lembaga amil zakat dalam bentuk uang, biasanya dana tersebut akan dikonversi terlebih dahulu menjadi bahan makanan sebelum disalurkan.

Dengan demikian, zakat fitrah tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga bentuk kepedulian sosial agar seluruh umat Islam dapat merayakan Idulfitri dengan layak.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN