Monday, July 20, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Korlantas Polri Terapkan One Way Sepenggal di Tol Trans Jawa Saat Mudik Lebaran 2026

Mistar.idSelasa, 17 Maret 2026 pukul 16.48 WIB
korlantas_polri_terapkan_one_way_sepenggal_di_tol_trans_jawa_saat_mudik_lebaran_2026

Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. (Foto: Humas Polri)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas) menyiapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem one way sepenggal tahap pertama guna mengantisipasi lonjakan arus mudik Lebaran 2026 di ruas tol arah Jawa.

Kebijakan ini disampaikan oleh Kepala Korlantas Polri, Agus Suryonugroho, saat meninjau kondisi lalu lintas di Pelabuhan Gilimanuk, Selasa (17/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa kepadatan kendaraan mulai terlihat di sejumlah titik, terutama di ruas tol kilometer 29, 57, hingga 70. Oleh karena itu, Korlantas bersama berbagai pihak terkait akan menerapkan rekayasa lalu lintas secara bertahap.

One Way Sepenggal KM 70–263

Skema one way sepenggal tahap pertama direncanakan berlaku dari KM 70 hingga KM 263 yang berada di wilayah Jawa Tengah. Kebijakan ini diharapkan mampu mengurai kepadatan kendaraan dari arah Jakarta menuju wilayah Jawa.

Menurut Agus, langkah ini merupakan hasil koordinasi lintas instansi, termasuk dengan kementerian terkait dan operator jalan tol.

“Diharapkan dengan rekayasa ini arus kendaraan menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur bisa lebih lancar,” ujarnya.

Puncak Arus Mudik Diprediksi 18 Maret

Sebelumnya, Korlantas juga memproyeksikan puncak arus mudik akan terjadi pada 18 Maret 2026, bertepatan dengan hari keenam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Pada tanggal tersebut, sistem one way nasional direncanakan mulai diberlakukan sekitar pukul 10.00 hingga 12.00 WIB, menyesuaikan dengan kondisi lalu lintas di lapangan.

Namun, Agus menegaskan bahwa penerapan skema ini tetap bersifat fleksibel dan dapat berubah tergantung pada situasi terkini berbasis pemantauan teknologi lalu lintas.

WFA Dinilai Bantu Urai Kepadatan

Selain rekayasa lalu lintas, kebijakan pemerintah seperti Work From Anywhere (WFA) dan Surat Keputusan Bersama (SKB) turut dinilai membantu mengurangi penumpukan kendaraan.

Dengan adanya fleksibilitas waktu keberangkatan, pergerakan masyarakat menjadi lebih tersebar dan tidak terkonsentrasi pada satu waktu tertentu.

Korlantas berharap kombinasi kebijakan ini dapat menjaga kelancaran, keamanan, dan ketertiban selama arus mudik Lebaran berlangsung, khususnya di jalur utama Trans Jawa.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN