Wednesday, October 21, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Warga Kotim Heboh! Puing Diduga Roket China Kembali Ditemukan di Kebun Sawit

Mistar.idRabu, 21 Oktober 2026 pukul 08.34 WIB
warga_kotim_heboh_puing_diduga_roket_china_kembali_ditemukan_di_kebun_sawit

Puing logam besar yang ditemukan warga (Foto: Istimewa/Mistar)

Kotawaringin Timur, MISTAR.ID – Warga Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, dihebohkan dengan penemuan benda logam berukuran besar di perkebunan kelapa sawit milik PT Agro Bukit, Kilometer 26. Benda tersebut diduga merupakan bagian dari sampah antariksa roket ZhuQue-2E (ZQ-2E) asal China.

Puing logam ditemukan dalam dua hari berturut-turut, yakni Senin (19/10/2026) dan Selasa (20/10/2026), di kawasan perkebunan yang sama. Temuan kedua memperkuat dugaan bahwa sejumlah komponen roket jatuh di wilayah tersebut.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan kedua objek itu diduga berasal dari roket yang sama.

Peneliti Ahli Utama Bidang Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, mengatakan benda logam yang ditemukan merupakan pecahan badan roket, termasuk komponen tabung bahan bakar.

“Ini objek kedua setelah kemarin juga ditemukan objek logam terkoyak di kebun sawit. Sumbernya diduga sama, sampah antariksa bekas roket ZhuQue-2E milik China,” kata Thomas kepada wartawan, Rabu (21/10/2026).

Benda Logam Menyerupai Kubah Hebohkan Warga

Objek yang ditemukan pada Selasa memiliki warna kuning pudar dengan permukaan melengkung menyerupai kubah atau setengah lingkaran. Pada beberapa bagian terlihat paku keling (rivet), kabel, dan komponen logam yang masih menempel.

Benda tersebut tergeletak di antara pelepah kelapa sawit. Penemuannya menarik perhatian para pekerja perkebunan dan warga sekitar yang berdatangan untuk melihat langsung, bahkan merekam objek itu menggunakan telepon seluler.

Awalnya, sejumlah warga menduga benda tersebut merupakan bagian dari pesawat karena bentuknya menyerupai komponen badan kendaraan udara dan masih terdapat kabel yang menempel.

Namun, penjelasan awal BRIN mengarah pada sampah antariksa berupa pecahan badan roket China.

Didahului Dentuman Keras dari Langit

Penemuan puing di perkebunan sawit Kotim terjadi setelah warga melaporkan suara dentuman keras disertai gemuruh dari arah langit pada Minggu (18/10/2026) sore.

Sehari kemudian, warga menemukan pecahan logam berukuran besar yang diduga merupakan bagian dari tabung bahan bakar roket. Temuan berikutnya pada Selasa menambah perhatian terhadap kemungkinan jatuhnya sejumlah pecahan sampah antariksa di kawasan tersebut.

Thomas menjelaskan, pecahan roket dapat tersebar di sejumlah lokasi sepanjang lintasan orbit terakhirnya.

“Itu pecahan badan roket dengan komponen-komponen di dalamnya, termasuk tabung bahan bakar. Pecahannya tersebar di banyak lokasi sepanjang orbit terakhirnya,” ujar Thomas.

BRIN Jelaskan Sampah Antariksa Sulit Diprediksi

Thomas mengatakan waktu dan titik jatuh sampah antariksa tidak dapat dipastikan secara tepat. Meskipun lintasan orbitnya bisa ditentukan, lokasi jatuh setiap pecahan sulit diprediksi.

Menurutnya, sampah antariksa dari negara mana pun berpotensi jatuh ke Bumi secara tidak terduga. Sebagian besar objek tersebut jatuh di wilayah laut, hutan, dan gurun yang luas.

Thomas juga menyebut Indonesia pernah mengalami temuan sampah antariksa yang berasal dari Uni Soviet atau Rusia, China, dan Amerika Serikat.

Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa jatuhnya sampah antariksa bukan hanya berkaitan dengan satu negara. Risiko sebaran pecahan bergantung pada lintasan orbit dan kondisi saat objek memasuki atmosfer Bumi.

TNI Kerahkan Personel untuk Memantau Lokasi

Komando Resor Militer (Korem) 102/Panju Panjung telah menerima informasi mengenai penemuan benda logam di perkebunan sawit Kotim. Personel pun dikerahkan untuk memantau situasi di lokasi.

Pasi Intel Korem 102/Panju Panjung, Mayor Inf Andry Suwiatmojo, membenarkan pengerahan personel tersebut pada Selasa (20/10/2026).

“Benar. Kami sudah monitor informasi tersebut. Saat ini anggota telah dikerahkan ke lokasi,” kata Andry.

Hingga Rabu (21/10/2026), temuan tersebut menjadi perhatian setelah BRIN mengidentifikasi dugaan asalnya sebagai sampah antariksa roket ZhuQue-2E milik China. Pemantauan di lapangan diperlukan untuk mendukung penanganan objek dan memastikan situasi di sekitar lokasi tetap aman.




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN