Friday, June 5, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Wali Kota Bekasi Diancam Golok di Hadapan Kapolres Saat Penertiban PKL

Mistar.idSenin, 9 Februari 2026 15.49
journalist-avatar-top
wali_kota_bekasi_diancam_golok_di_hadapan_kapolres_saat_penertiban_pkl

Warga berkoas merah memegang golok sambil mendekati Wali Kota Bekasi Tri Adhianto (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mendapat ancaman senjata tajam saat memimpin langsung penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Teluk Pucung, Bekasi Utara. Insiden tersebut terjadi ketika petugas Satpol PP menertibkan lapak yang dinilai mengganggu ketertiban umum dan lalu lintas.

Peristiwa itu terekam dalam video warga dan kemudian viral di media sosial, sehingga memicu beragam reaksi publik.

Pria Membawa Golok Mendekati Wali Kota Bekasi

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat seorang pria bertubuh besar dan berkepala botak membawa golok sambil berjalan melewati Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, lalu berusaha mendekati Wali Kota Bekasi.

Meski berada di tengah pengamanan aparat gabungan, pria tersebut sempat meluapkan emosi dan mengacungkan senjata tajam. Namun, situasi berhasil dikendalikan tanpa adanya korban.

Penertiban Tetap Dilakukan Secara Menyeluruh

Menanggapi insiden tersebut, Tri Adhianto menegaskan bahwa penertiban PKL dilakukan tanpa tebang pilih. Ia menyampaikan bahwa langkah penataan dilakukan terhadap seluruh pedagang yang melanggar aturan dan mengganggu ketertiban umum.

Pernyataan tersebut disampaikan Tri saat menjawab protes pria yang meminta agar penertiban tidak dilakukan pada lokasi tertentu.

Pemkot Bekasi Klaim Sudah Lakukan Imbauan

Tri menuturkan bahwa sebelum penertiban dilaksanakan, Pemerintah Kota Bekasi telah lebih dahulu menyampaikan imbauan kepada para pedagang agar menertibkan lapaknya secara mandiri.

“Petugas sudah melakukan pendekatan dan imbauan sebelumnya. Karena itu, penertiban kami lakukan secara persuasif,” ujar Tri, Minggu (8/2/2026).

Tri Adhianto Tak Takut Ancaman Golok

Terkait ancaman senjata tajam, Tri menyatakan tidak merasa gentar. Menurutnya, hal yang lebih mengkhawatirkan adalah pembiaran terhadap pelanggaran aturan, yang berpotensi menjadi kebiasaan buruk di tengah masyarakat.

“Saya bukan khawatir dengan goloknya, tapi khawatir jika pelanggaran terus dibiarkan. Lama-kelamaan dianggap wajar dan para pelanggar merasa paling benar,” jelasnya.

Kemarahan Disebut Akibat Pembiaran Bertahun-tahun

Tri menilai emosi yang ditunjukkan pria berbaju merah tersebut merupakan akumulasi dari pembiaran pelanggaran dalam waktu lama. Selama bertahun-tahun, aktivitas yang melanggar aturan disebut tidak pernah ditindak secara tegas.

“Kemarahan itu muncul karena sebelumnya tidak pernah ada penindakan. Ketika akhirnya ditertibkan, muncul reaksi berlebihan,” pungkasnya.

Kronologi Awal Insiden

Insiden bermula saat Satpol PP membongkar tempat penyimpanan kelapa berbahan besi yang berdiri di pinggir jalan depan sebuah ruko. Saat pembongkaran berlangsung, pria berbaju merah datang dan melarang petugas melanjutkan penertiban.

Perdebatan sempat terjadi hingga pria tersebut masuk ke dalam ruko dan keluar membawa golok. Petugas yang diancam akhirnya mundur ke arah Wali Kota Bekasi demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Situasi akhirnya mereda setelah Kapolres Metro Bekasi Kota memberikan penjelasan kepada pria tersebut mengenai tujuan penertiban yang dilakukan Pemerintah Kota Bekasi.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN