Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Pergantian Kepala BGN, Pemerintah Pastikan MBG Tetap Berjalan

Mistar.idRabu, 3 Juni 2026 pukul 09.24 WIB
pergantian_kepala_bgn_pemerintah_pastikan_mbg_tetap_berjalan

Petugas menyiapkan menu MBG. (Foto: Detiknews.tv)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan di jajaran Badan Gizi Nasional (BGN) setelah melalui proses pemantauan dan evaluasi yang berlangsung sekitar satu setengah tahun. Keputusan tersebut diumumkan pemerintah di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (2/6/2026) malam.

Dalam restrukturisasi itu, Dadan Hindayana tidak lagi menjabat sebagai Kepala BGN. Dua wakil kepala, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya, juga ikut diganti.

Sebagai penggantinya, Presiden menunjuk Nanik S. Deyang untuk memimpin BGN, didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai wakil kepala.

Pengumuman pergantian tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari usai mengikuti rapat dengan Presiden sekitar pukul 20.30 WIB.

Menurut Prasetyo, keputusan itu diambil setelah Presiden secara berkala menilai kinerja lembaga yang bertanggung jawab atas program gizi nasional tersebut.

“Selama kurang lebih hampir 1,5 tahun Bapak Presiden melakukan monitoring dan evaluasi, maka pada hari ini, Selasa, tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo, dikutip dari Antara.

Meski terjadi pergantian kepemimpinan, Prasetyo tetap memberikan apresiasi kepada jajaran sebelumnya atas kontribusi mereka dalam membangun dan mengembangkan BGN sejak awal berdiri.

Ia menjelaskan, hasil evaluasi Presiden menemukan sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian, terutama terkait pelaksanaan prosedur operasional standar (SOP), tata kelola organisasi, serta pengawasan mutu makanan dalam program yang dijalankan BGN.

“Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP, ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola, termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional,” kata Prasetyo.

Menurutnya, berbagai temuan tersebut menjadi bahan pertimbangan penting dalam proses evaluasi yang dilakukan selama 1,5 tahun terakhir.

Sementara itu, terkait isu dugaan praktik jual beli titik dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pemerintah menyatakan pemeriksaan masih berlangsung melalui audit internal.

“Semua sedang dalam proses audit internal,” ujarnya.

Di sisi lain, pemerintah memastikan perubahan pimpinan tidak akan mengganggu pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Seluruh layanan kepada masyarakat diminta tetap berjalan normal selama masa transisi kepemimpinan.

“Pemerintah akan terus memastikan bahwa seluruh program Badan Gizi Nasional tetap berjalan sebagaimana mestinya. Pelayanan kepada masyarakat tidak boleh terganggu sama sekali,” kata dia.

Prasetyo menegaskan komitmen pemerintah terhadap program MBG tetap sama karena program tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

“Semoga langkah ini menjadi awal yang baik bagi penguatan pelayanan program Makan Bergizi Gratis,” ujarnya. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN