Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Menantu Gelapkan Uang Mertua Rp4,7 Miliar Demi Selingkuhan

Mistar.idRabu, 15 April 2026 pukul 13.05 WIB
menantu_gelapkan_uang_mertua_rp47_miliar_demi_selingkuhan

Foto SF (36) yang terlibat dalam kasus dugaan penggelapan uang hasil penjualan kopi milik mertuanya senilai Rp 4,7 miliar, Selasa (14/4/2026). (Foto: Tribun News Bengkulu)

news_banner

Bengkulu, MISTAR.ID

Seorang menantu di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, berinisial SU nekat menggelapkan uang milik mertuanya hingga Rp4,7 miliar. Uang tersebut diduga digunakan untuk membiayai hubungan dengan perempuan lain.

Kasus viral di media sosial setelah kakak ipar pelaku menyebarkan foto SU bersama perempuan yang diduga selingkuhannya di sebuah vila di Bali.

“Kalau mau selingkuh pakai uang pribadi, bukan mencuri uang mertua,” kata kakak ipar pelaku, Rabu (15/4/2026).

Setelah viral, SU yang juga dikenal dengan nama Aan diamankan di wilayah Kecamatan Kepahiang tanpa perlawanan. Ia langsung dibawa ke Polres Kepahiang untuk menjalani pemeriksaan.

Kanit Pidum Polres Kepahiang, Abdullah Barus, mengatakan polisi tidak hanya menangkap pelaku, tetapi juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya uang tunai, ponsel, laptop, hingga barang-barang bermerek yang diduga dibeli dari hasil penggelapan.

“Dari hasil interogasi, pelaku tidak membantah perbuatannya. Ia mengakui telah melakukan penggelapan uang hasil penjualan kopi milik ayah mertuanya secara bertahap,” kata Abdullah, Selasa (14/4/2026), dilansir dari detiksumbagsel.

Dari data sementara, penyidik menemukan setidaknya sembilan transaksi penjualan kopi yang dilakukan melalui pelaku. Namun, dana hasil penjualan tersebut tidak seluruhnya diserahkan kepada pemilik, melainkan sebagian diselewengkan untuk kepentingan pribadi.

“Dari transaksi itulah, uang hasil penjualan tidak sepenuhnya disetorkan kepada pemilik, melainkan diselewengkan untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.

Polisi juga mengungkap bahwa uang miliaran rupiah itu tidak digunakan untuk kebutuhan keluarga atau usaha, melainkan dihabiskan untuk gaya hidup, termasuk membeli barang-barang mewah bagi perempuan yang diduga menjadi selingkuhannya.

Saat ini, penyidik masih mendalami kasus tersebut untuk menelusuri kemungkinan aliran dana lain serta keterlibatan pihak lain. Pendataan rinci terhadap seluruh transaksi yang dilakukan pelaku juga masih terus dilakukan. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN