MBG Diklaim Buang-buang Anggaran, Prabowo: Defisit Masih di Bawah Tiga Persen

Prabowo Subianto. (Foto: BPMI Setpres)
Jakarta, MISTAR.ID
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut-sebut sebagai program yang membuang-buang anggaran. Menanggapi komentar ini, Presiden Prabowo Subianto membantah tudingan tersebut.
Ia menegaskan program MBG dijalankan melalui pengalihan anggaran dari pos yang dinilai tidak efektif.
Menurut Prabowo, pemerintah saat ini menghadapi kampanye yang menyudutkan kebijakan MBG. Ia menilai tuduhan bahwa program tersebut menghamburkan uang negara tidak berdasar.
“Karena itu kita laksanakan program ini. Ya kita hadapi kampanye luar biasa yang menjelek-jelekkan, mengatakan bahwa saya menghambur-hamburkan uang,” ujar Prabowo saat meresmikan SPPG Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026), dilansir dari detikcom.
Ia menjelaskan, sumber pendanaan MBG berasal dari langkah efisiensi dan penghematan anggaran, bukan dari penambahan beban baru pada APBN.
Prabowo menyebut efisiensi dilakukan untuk menutup potensi kebocoran yang berisiko menimbulkan praktik korupsi.
“Padahal uang ini adalah hasil penghematan, hasil efisiensi. Dari anggaran yang saya dan tim saya yakini kalau tidak kita hemat akan dimakan oleh korupsi,” tuturnya.
Prabowo juga mengkritik budaya birokrasi yang dianggap kerap menghabiskan anggaran tanpa manfaat nyata. Ia menyinggung praktik rapat di luar kota, seminar, konferensi, hingga berbagai kunjungan yang dinilai kurang produktif.
Menurutnya, anggaran dari kegiatan-kegiatan tersebut kini dialihkan untuk program yang lebih langsung menyentuh masyarakat, termasuk MBG.
Di sisi lain, Prabowo memastikan kondisi fiskal tetap terkendali meski program MBG memerlukan anggaran besar. Ia menegaskan defisit APBN masih berada di bawah batas yang ditetapkan pemerintah, yakni 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
“APBN kita tidak keluar dari parameter yang kita tetapkan. Defisit kita masih di bawah batas 3 persen,” ujarnya.
Bahkan, ia menyatakan pemerintah berupaya menekan defisit agar lebih rendah dari ambang tersebut. Pengurangan defisit, kata dia, menjadi salah satu target yang ingin dicapai.
Prabowo mengaku setelah menjabat, ia menemukan masih adanya kebocoran serta pemborosan anggaran. Karena itu, ia berkomitmen membenahi birokrasi dan menjaga kekayaan serta aset negara.
“Saya ingin menertibkan birokrasi kita. Saya ingin menyelamatkan kekayaan negara dan aset-aset negara,” ucapnya. (hm20)

















