22 C
New York
Tuesday, July 23, 2024

Kementerian PUPR Buka Suara Video Viral Bule Soal IKN

Jakarta, MISTAR.ID

Pihak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memberikan tanggapan terkait hebohnya video di sosial media (sosmed) seorang pria bernama ‘Om Bule’ menyindir pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Laki-laki asing itu menukar singkatan IKN menjadi ‘Ibu Kota Koruptor dan Nepotisme’.

Awalnya Ketua Satuan Tugas (Satgas) Infrastruktur IKN Kementerian PUPR, Danis Sumadilaga mengaku, telah menonton video tersebut. Hanya dia sangsi tempat Om Bule itu meneriakkan ‘Ibu Kota Koruptor dan Nepotisme’ ternyata di IKN.

Baca juga:Ini Daftar 18 Konglomerat yang Investasi di IKN

“Gak, itu tidak di IKN. Saya melihat videonya sepertinya gak ada tempatnya itu (di IKN),” paparnya Kantor PUPR, Jakarta Selatan, pada Jumat (14/6/24).

Dia menerangkan, pihaknya tengah mengecek hal itu dengan Otoritas IKN (OIKN). Akan tetapi Danis kembali menegaskan jika lokasi tempat Om Bule itu merekam video tersebut bukan di IKN.

“Kita tak tahu masuknya kapan, namun saya lihat bukan di IKN. Sekilas juga saya melihat videonya, di mana ini, sedang di cek itu. Saya cerita yang ada saja,” kata Danis.

Terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Artanto menyatakan, lelaki yang mengaku menjadi Om Bule itu merupakan Warga Negara Indonesia (WNI). Peringatan itu telah diberikan oleh kepolisian supaya tak mengubah atensi masyarakat menjadi antipati terhadap orang lain.

Baca juga:BPK Temukan Sejumlah Masalah Pembangunan IKN Nusantara

Artanto menjelaskan, Om Bule merekam video itu tidak di IKN. Kesimpulan ini didapat sesuai hasil penyelidikan sementara kepolisian. Dikatakan, pihaknya telah meminta agar Om Bule tidak mengulangi tindakannya.

Sebelumnya statement pria tersebut viral lewat sebuah video yang diposting di akun TikTok dengan nama akun bule_ngoceh. Di video tersebut, pria itu menuturkan, jika dirinya berada di IKN dan menyebut IKN merupakan ‘Ibu Kota Koruptor Nepotisme’.

Dia juga sempat menyentil pembangunan IKN yang ditujukan bagi pejabat, sementara rakyat kecil akan dibuatkan gubuk. Pria itu mengaku, terbang dari Italia langsung menuju ke IKN. Termasuk menyatakan jika masyarakat dari Pulau Jawa tengah berebut tanah di IKN sebab nyaris habis. (dtk/hm16)

Related Articles

Latest Articles