Friday, June 5, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Hujan Lebat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah di Indonesia Saat Imlek

Mistar.idMinggu, 15 Februari 2026 14.58
journalist-avatar-top
hujan_lebat_berpotensi_guyur_sejumlah_wilayah_di_indonesia_saat_imlek_

Ilustrasi. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada 15–21 Februari 2026. Kondisi ini dipicu oleh penguatan angin Monsun Asia.

Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, mengatakan penguatan Monsun Asia menyebabkan aliran angin baratan semakin dominan. Situasi ini mempercepat pertumbuhan awan hujan, khususnya di wilayah barat dan selatan Indonesia.

Selain itu, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang berada di fase Samudra Hindia turut memperkuat pembentukan awan konvektif.

Dukungan gelombang atmosfer Kelvin dan Rossby juga memicu perlambatan serta belokan angin (konvergensi), terutama di pesisir selatan Jawa hingga Nusa Tenggara.

“Kombinasi faktor tersebut meningkatkan potensi hujan sedang, lebat, hingga sangat lebat yang bisa disertai petir dan angin kencang pada 15–21 Februari,” ujar Andri, Minggu (15/2/2026).

Pada 15–16 Februari, potensi cuaca ekstrem diperkirakan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, Sulawesi Utara, Papua Pegunungan, dan Papua.

Memasuki 17–18 Februari—bertepatan dengan perayaan Imlek—potensi hujan masih berlanjut di Aceh, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara.

Sementara pada 19 Februari, wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain Kepulauan Bangka Belitung, Sumatera Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Pegunungan. Adapun pada 20–21 Februari, potensi hujan lebat diperkirakan masih terjadi di Sumatera Barat, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.

Pelaksana Harian Direktur Meteorologi Publik BMKG, Ida Pramuwardani, mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Ia meminta pemerintah daerah dan instansi terkait memperkuat langkah mitigasi sesuai tingkat kerawanan wilayah masing-masing. Masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan longsor, bantaran sungai, dan kawasan rawan banjir, juga diimbau tetap waspada namun tidak panik serta menghindari aktivitas di lokasi berisiko saat hujan deras terjadi.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN