Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Gubernur Maluku Utara Ajak Perempuan Muda Fokus Tingkatkan Skill dan Mindset Terbuka

Mistar.idSabtu, 22 November 2025 pukul 16.05 WIB
gubernur_maluku_utara_ajak_perempuan_muda_fokus_tingkatkan_skill_dan_mindset_terbuka

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda. (Foto: Kompas/Antonius Aditya Mahendra)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengajak perempuan muda di Indonesia untuk berinvestasi pada pengembangan keterampilan dan pola pikir sebagai bekal utama menghadapi masa depan. Seruan itu disampaikan saat menghadiri acara di Menara Kompas, Jakarta Selatan, Kamis (20/11/2025).

Sherly menilai perempuan memiliki potensi besar untuk maju, namun sering kali merasa tidak cukup mampu. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas diri secara konsisten.

“Pesannya adalah upskilling, upgrade diri, fokus kepada skill,” ujarnya dikutip dari Kompas, Sabtu (22/11/2025).

Menurut Sherly, perempuan perlu memusatkan energi pada kekuatan yang dimiliki, bukan pada kekurangan. Ia menegaskan bahwa peluang bagi perempuan di dunia kerja dan kepemimpinan terbuka lebar, tetapi tidak akan berarti apabila hanya berfokus pada hambatan.

“Fokus kepada apa yang kita bisa, bukan apa yang kita tidak bisa. Fokus kepada kesempatan, bukan kepada tantangan,” katanya.

Selain keterampilan, Sherly juga menyoroti pentingnya membangun hubungan dan memperbarui pola pikir. Ia menyebut investasi jaringan dan kesiapan untuk terus belajar sebagai langkah penting memperluas wawasan. “Dan investasi terhadap network dan terus me-renew mindset. Untuk belajar selalu bisa,” tuturnya.

Sherly menilai tantangan terbesar perempuan justru kerap datang dari diri sendiri, terutama dari pola pikir kesuksesan perempuan penuh kendala. Menurutnya, anggapan tersebut sering menjadi beban yang menahan langkah perempuan untuk berkembang.

“Kadang saya merasa bahwa yang menahan perempuan itu adalah mindset-nya dia sendiri,” katanya.

Berdasarkan pengalamannya, kepercayaan diri menjadi fondasi dalam memperluas pola pikir. Sherly mengaku sejak dulu memiliki gambaran diri yang positif sehingga tidak membedakan kemampuannya sebagai perempuan dari pemimpin laki-laki.

“Saya tidak merasa pemimpin perempuan dan laki-laki itu berbeda. Perempuan dan laki-laki selama menghasilkan output yang bagus sama aja,” ujarnya.

Sherly menegaskan kesetaraan bukan soal persaingan, tetapi tentang kesempatan dan kapasitas yang seimbang untuk berkarya dan berprestasi. “Setara dalam arti bukan untuk berlomba. Tapi setara dalam arti kita punya kemampuan untuk menghasilkan prestasi dan output yang sama,” tuturnya. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN