Thursday, June 18, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Gojek dan Grab Siap Koordinasi soal Potongan Tarif Ojol di Bawah 10 Persen

Mistar.idSabtu, 2 Mei 2026 10.10
journalist-avatar-top
gojek_dan_grab_siap_koordinasi_soal_potongan_tarif_ojol_di_bawah_10_persen

Ilustrasi Gojek dan Grab (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Kebijakan Presiden Prabowo Subianto terkait rencana penurunan potongan tarif ojek online (ojol) mendapat respons dari pelaku industri. Dua perusahaan besar, GoTo (Gojek) dan Grab Indonesia, menyatakan siap berkoordinasi dengan pemerintah untuk menindaklanjuti arahan tersebut.

Direktur Utama GoTo, Hans Patuwo, menegaskan pihaknya akan mematuhi regulasi yang berlaku, termasuk kebijakan yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026. Aturan tersebut menyoroti perlindungan bagi pekerja transportasi berbasis aplikasi.

Menurutnya, GoTo saat ini tengah melakukan kajian mendalam terkait dampak dan penyesuaian yang diperlukan, khususnya mengenai batas potongan tarif bagi aplikator. Perusahaan juga membuka ruang dialog dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.

“Kami akan terus berkoordinasi agar kebijakan ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan, terutama bagi mitra pengemudi dan pelanggan,” ujarnya.

Grab Tunggu Aturan Resmi

Sementara itu, Grab Indonesia juga menyampaikan sikap serupa. CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan pihaknya menghormati arahan Presiden dan mendukung upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Namun, Grab masih menunggu penerbitan resmi aturan tersebut sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Perusahaan menilai kebijakan ini akan membawa perubahan signifikan terhadap model bisnis platform digital.

“Kami perlu mempelajari detail kebijakan setelah aturan resmi diterbitkan,” kata Neneng.

Ia menambahkan, Grab berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan mitra pengemudi, keterjangkauan harga bagi konsumen, serta keberlanjutan industri.

Disampaikan Saat May Day 2026

Arahan terkait potongan tarif ojol ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (1/5).

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa potongan tarif untuk aplikator seharusnya berada di bawah 10 persen. Ia menilai kebijakan tersebut penting untuk meningkatkan kesejahteraan para pengemudi ojol yang menjadi bagian dari ekonomi digital.

Pernyataan itu langsung mendapat respons positif dari para pekerja yang hadir dalam acara tersebut.

Fokus pada Kesejahteraan Driver

Kebijakan ini menjadi sorotan karena menyangkut keseimbangan antara kepentingan perusahaan platform dan para mitra pengemudi. Pemerintah diharapkan dapat merumuskan aturan yang adil dan berkelanjutan bagi seluruh pihak.

Dengan adanya rencana pembatasan potongan tarif ini, industri transportasi online di Indonesia diperkirakan akan mengalami penyesuaian, baik dari sisi operasional maupun model bisnis ke depan.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN