21.4 C
New York
Saturday, May 18, 2024

Dugaan Motif Pembunuhan Brigadir J yang Kian Berkeliaran, dari Pelecehan, Zina hingga Bisnis Gelap

Jakarta, MISTAR.ID

Tersangka kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J setidaknya sudah menunjukan titik terang. Meski masih berkemungkinan akan muncul tersangka-tersangka baru yang diduga ikut dalam persekongkolan kasus tersebut.

Namun yang masih menyisahkan pertanyaan adalah motif pembunuhan terhadap Brigadir J. Praduga praduga pun kian berkeliaran menyusul adanya pernyataan dari pihak kepolisian maupun Menko Polhukam Mahfud MD yang memberikan sinyal bahwa motif ini cinta segi empat yang tak layak dipublikasikan yang kemungkinan hanya akan dibuka pada persidangan.

Kamaruddin Simanjuntak selaku pengacara keluarga Brigadir J menyebut motif utama Brigadir J dibunuh di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo karena dendam.

Baca juga:Polri Tak akan Ungkap Motif Pembunuhan Brigadir J, Ini Alasannya

“Maka motifnya dendam,” kata Kamaruddin dalam diskusi ‘Kejanggalan pasca Penetapan FS Tersangka’ di kanal YouTube indosatu news, Kamis (11/8/22).

Kamaruddin lantas menceritakan kronologi lahirnya dendam. Dia bilang berdasarkan keterangan para saksi pada 21 Juni lalu diduga sempat terjadi pertengkaran antara Irjen Sambo dan istrinya.

Pertengkaran itu, lanjut dia, dipicu diduga karena ada ‘wanita cantik lain’ dalam kehidupan mereka. Meski demikian, Kamaruddin tak menjelaskan maksud ‘wanita cantik lain’ itu.

“Dendam kenapa? Karena pada 21 Juni terjadi pertengkaran antara bapak dan ibu. Ada wanita cantik lainnya itu,” kata Kamaruddin.

Kamaruddin mengatakan pertengkaran keduanya terjadi lagi setelah 21 Juni. Pertengkaran terjadi saat di Magelang. Pertengkaran ini kembali membuat istri Sambo menangis.

Menurut Kamaruddin, Brigadir J juga diancam karena dianggap telah memberi tahu rahasia kepada istri Sambo.

“Karena diduga gara-gara dia [Brigadir J] memberi tahu ibu, sehingga ibu dianggap sakit karena jadi pikiran masalah wanita cantik lainnya itu terus menerus. Diancam lagi dibunuh, karena itu dia [Brigadir J] pamitan kepada kekasihnya supaya mencari laki-laki lain sebagai penggantinya,” imbuhnya.

Kamaruddin Simanjuntak menyatakan Brigadir J mengetahui soal rahasia mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo terkait perzinaan hingga bisnis gelap sang jenderal.

“Jadi almarhum ini mengetahui rahasia si pelaku dan membuka rahasia itu,” kata Kamaruddin kepada wartawan saat dihubungi, Kamis (11/8/22).

Namun, menurut Kamaruddin, yang membuat Sambo marah adalah karena Brigadir Yosua Hutabarat membocorkan rahasia tersebut kepada istri Sambo, Putri Candrawathi. Informasi itu bukan saja terkait perselingkuhan, namun juga bisnis haram yang dijalankan Sambo.

Di sisi lain, Kamaruddin mengkritik keras Polri yang tak kunjung mengungkapkan motif pembunuhan Brigadir J ke publik. Ia menduga polisi masih mengakali pihak keluarga dan pengacara karena enggan membeberkan motif tersebut.

“Karena kalau [Pasal] 340 tanpa motif, itu tak bisa dibuktikan, padahal motifnya sudah jelas. Sebagai penyidik 340 maka harusnya motif sudah diumumkan,” kata dia.

Pengacara Sambo, Arman Hanis mengatakan pihaknya masih fokus pada proses hukum Sambo dan belum memiliki penjelasan tambahan terkait pengembangan kasus itu.

“Kami mempercayakan kepada penyidik, terkait seluruh proses yang saat ini sedang berjalan,” katanya saat dikonfirmasi, hari ini.

Sementara itu Menko Polhukam Mahfud MD sudah menyatakan bahwa motif pembunuhan terhadap Brigadir J tak lepas dari kasus perselingkuhan atau perkosaan. Namun ia tak ingin mengumumkannya kepada publik.

Baca juga:Mahfud Klaim Dapat Bocoran Motif Kasus Brigadir J

“Pertama katanya pelecehan. Apa sih, apakah membuka baju atau apa. Kan untuk orang dewasa. Kedua, katanya perselingkuhan empat segi. Loh siapa yang bercinta dengan siapa. Lalu, ketiga, ada yang terakhir yang mungkin karena perkosa, lalu ditembak,” katanya.

Mabes Polri mengungkap hasil pemeriksaan terhadap tersangka pembunuhan Brigadir J, Irjen Ferdy Sambo.

Ferdy Sambo, menurut Polri, mengaku marah saat mendengar laporan dari istrinya, Putri Candrawathi mendapat perlakuan yang melukai harkat martabat keluarga di Magelang dari almarhum Brigadir Yosua atau Brigadir J.

Hingga akhirnya, berdasarkan pengakuan, Ferdy Sambo memanggil Bharada E dan Bripka RR untuk membunuh Brigadir J. (cnn/hm06)

 

Related Articles

Latest Articles