Bupati Aceh Selatan Dipecat Gerindra Usai Pergi Umrah, Pengamat: Sinyal Tegas untuk Publik

Agus Suriadi. (foto:dokumen/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Pengamat sosial dan politik, Agus Suriadi, menilai dipecatnya Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, dari Partai Gerindra merupakan sinyal kepada publik bahwa partai tidak mentolerir tindakan yang dianggap tidak bertanggung jawab.
“Tentu saja lumrah DPP Partai Gerindra mengambil langkah tegas dengan memecat bupati sebagai bentuk tanggung jawab politik,” kata Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Sumatera Utara itu kepada Mistar, Senin (8/12/2025).
Menurutnya, tindakan Bupati Aceh Selatan melakukan ibadah umrah di saat yang tidak tepat menimbulkan kritik dari masyarakat dan partai. Pasalnya, ia menilai banyak opini yang menganggap tindakan itu sebagai ketidakpekaan terhadap situasi darurat yang dihadapi masyarakat Aceh Selatan.
“Menurut saya, tindakan ini juga merupakan sinyal kepada publik bahwa partai tidak mentolerir tindakan yang dianggap tidak bertanggung jawab dari para pemimpin kepada rakyat,” ucap pria 57 tahun itu.
Ia menilai, jika tindakan pemecatan tersebut tidak dilakukan, hal itu dapat berpotensi memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap Partai Gerindra ke depan.
“Dari kasus ini kita bisa melihat pentingnya pemimpin yang responsif dan peka terhadap situasi yang dihadapi masyarakat,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa dalam konteks politik, pemecatan itu dapat dilihat sebagai upaya menjaga citra partai politik di mata publik, khususnya di tengah masyarakat yang terdampak bencana.
“Hal ini juga mencerminkan dinamika internal partai dalam menangani anggota yang dianggap tidak sejalan dengan nilai-nilai partai,” kata Agus.
Diketahui, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Gerindra, Sugiono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memberhentikan Bupati Aceh Selatan dari Ketua DPC Partai Gerindra Aceh Selatan.
Ia menegaskan, pemberhentian itu berkaitan dengan tindakan yang dianggap sangat bertentangan dengan ikrar dan sumpah Partai Gerindra, yakni menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
“Ini merupakan bentuk kepentingan yang buruk. Di tengah rakyatnya mengalami kesusahan, yang bersangkutan malah pergi meninggalkan tempatnya. Secara administrasi, pemecatan sudah diproses oleh DPP Gerindra dan akan ditandatangani ketua umum,” ujarnya melalui video pernyataan Sugiono yang dihimpun Mistar.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk mencopot Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, yang pergi umrah tanpa mendapatkan izin saat wilayahnya terdampak bencana. (hm27)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER



















