Sunday, October 4, 2026
home_banner_first
NASIONAL

BREAKING News! Gempa M6,1 Guncang Sumba Barat Daya NTT, 62 Gempa Susulan dan Sejumlah Bangunan Rusak

Mistar.idMinggu, 4 Oktober 2026 pukul 17.00 WIB
breaking_news_gempa_m61_guncang_sumba_barat_daya_ntt_62_gempa_susulan_dan_sejumlah_bangunan_rusak_

Ilustrasi visual. Peta episenter M6,1 di barat daya tidak berpotensi tsunami (Foto ilustrasi: maris/meta/sumber BMKG/mistar.id))

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID (4/10/2026) - Gempa bumi tektonik magnitudo 6,1 mengguncang wilayah Pantai Barat Daya Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/10/2026) pukul 05.55.52 WIB. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.

Hasil analisis pemutakhiran BMKG, magnitudo gempa dimutakhirkan menjadi M5,9 dengan kedalaman 30 kilometer. Pusat gempa berada di laut, 59 kilometer barat daya Kodi, Sumba Barat Daya, pada koordinat 9,84° LS dan 118,90° BT.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif yang diduga berasosiasi dengan Sesar Waikabubak," kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Dr. Wijayanto melalui bmkg.go.id, Minggu (4/10/2026).

Mekanisme sumber menunjukkan pergerakan turun atau normal fault.

Getaran Terasa hingga Bima

Berdasarkan peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG, getaran gempa dirasakan dengan skala intensitas:

- VI MMI di Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi, Sumba Barat Daya. Getaran dirasakan semua penduduk, sebagian besar terkejut dan lari keluar.

-IV MMI di Tambolaka, Waikabubak, Waibakul, dan Raba. Getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah pada siang hari.

-III MMI di Kota Bima. Getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seperti truk melintas.

62 Gempa Susulan dan Kerusakan Bangunan

Hingga pukul 08.05 WIB, BMKG mencatat 62 aktivitas gempa susulan dengan kekuatan M1,5 hingga M4,3.Laporan sementara mencatat kerusakan bangunan warga dan sekolah di Desa Perokonda, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang, tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, dan menghindari bangunan retak atau rusak akibat gempa.

Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari kanal resmi BMKG melalui media sosial @infoBMKG, laman www.bmkg.go.id, dan aplikasi infoBMKG. (hm02)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN