Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
NASIONAL

BNPB: 72 Korban Jiwa Banjir dan Longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Mistar.idJumat, 28 November 2025 15.02
JS
bnpb_72_korban_jiwa_banjir_dan_longsor_di_aceh_sumut_dan_sumbar

Banjir di Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan. (foto:matius/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan data korban terkait bencana banjir dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Berdasarkan data terbaru, jumlah korban jiwa di tiga wilayah tersebut mencapai 72 orang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa sesuai laporan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) pada Kamis (27/11) malam, terdapat 34 orang meninggal akibat banjir, sementara 33 warga lainnya dinyatakan hilang.

Sebelumnya, BNPB menerima laporan terdapat 13 korban meninggal dunia dan tiga orang hilang di Tapanuli Selatan (Tapsel). Di Pakpak Bharat terdapat satu korban meninggal, serta di Tapanuli Utara (Taput) terdapat tiga korban meninggal dan lima orang hilang.

“Secara total kumulatif di Sumut, Tapteng ada 34 meninggal dunia, Tapsel 13, Pakpak Bharat 1, Taput 5, dan Humbang Hasundutan (Humbahas) 4,” ujar Abdul kepada wartawan, Jumat (28/11/2025).

Korban jiwa juga dilaporkan di Sumbar. Menurut data yang dikirimkan Wakil Gubernur Sumbar pada Kamis (27/11/2025) sore, terdapat empat orang meninggal di Kota Padang dan lima orang di Kabupaten Padang Pariaman.

Sementara itu, korban jiwa di Aceh berasal dari dua kabupaten, yakni Bener Meriah dan Gayo Lues. Secara keseluruhan, dilaporkan enam orang meninggal dunia dan 11 orang masih dinyatakan hilang.

Rincian korban berdasarkan data BNPB: Aceh meninggal 6 orang dan hilang 11 orang, Sumut meninggal 57 orang, serta Sumbar meninggal 9 orang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pemerintah pusat telah mengirim bantuan penanganan bencana ke Aceh, Sumut, dan Sumbar pada Jumat (28/11/2025) pagi. Pengiriman dilakukan atas instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto.

Airlangga menyampaikan bahwa koordinasi bantuan berada di bawah Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya, menjelaskan bahwa bantuan terbaru diberangkatkan pukul 07.30 WIB dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, menggunakan empat pesawat, yakni tiga Hercules dan satu A400.

“Pesawat tersebut diterbangkan ke Padang (Sumbar), Bandara Silangit (Sumut), Banda Aceh, dan Lhokseumawe karena merupakan bandara terdekat dari lokasi terdampak,” ujar Seskab Teddy.

Ia menegaskan bahwa bantuan telah dikirim sejak hari pertama bencana dan terus dilakukan tanpa jeda atas arahan Presiden. (hm16)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN