Monday, July 20, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Awal Puasa Ramadhan 2026 Kian Dekat, Muhammadiyah Tetapkan 18 Februari, Pemerintah Tunggu Sidang Isbat

Mistar.idJumat, 16 Januari 2026 pukul 11.36 WIB
awal_puasa_ramadhan_2026_kian_dekat_muhammadiyah_tetapkan_18_februari_pemerintah_tunggu_sidang_isbat

Ilustrasi menunggu berbuka puasa (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Umat Islam di Indonesia mulai menghitung mundur menuju bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Berdasarkan perkiraan kalender Hijriah, awal puasa Ramadhan 2026 diperkirakan akan dimulai dalam 34 hingga 35 hari ke depan. Namun, seperti tahun-tahun sebelumnya, terdapat potensi perbedaan penetapan awal Ramadhan antara organisasi masyarakat Islam dan pemerintah.

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, melalui pengumuman di laman organisasinya telah lebih dulu menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Sementara itu, pemerintah bersama Nahdlatul Ulama (NU) masih menunggu hasil Sidang Isbat yang dijadwalkan pada Selasa, 17 Februari 2026, dengan kemungkinan awal puasa dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026.

Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadhan 18 Februari 2026

Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan 1447 H menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal yang terintegrasi dengan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). Metode ini menekankan prinsip kesatuan matlak global, sehingga awal Ramadhan ditetapkan serentak secara internasional.

Berdasarkan perhitungan tersebut, Muhammadiyah juga memperkirakan Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Penetapan ini bersifat tetap dan tidak menunggu hasil pengamatan hilal di lapangan.

Pemerintah dan NU Menunggu Sidang Isbat

Berbeda dengan Muhammadiyah, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan menetapkan awal Ramadhan 2026 melalui mekanisme Sidang Isbat. Sidang ini mengombinasikan perhitungan astronomi (hisab) dan pengamatan langsung hilal (rukyatul hilal) di berbagai wilayah Indonesia.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, menyatakan bahwa meskipun kalender Hijriah pemerintah menunjukkan kemungkinan awal Ramadhan pada 19 Februari 2026, keputusan resmi tetap menunggu hasil Sidang Isbat.

Sidang tersebut akan melibatkan ulama, pakar astronomi, serta perwakilan organisasi Islam, termasuk NU. Secara tradisi, NU umumnya mengikuti hasil Sidang Isbat pemerintah karena sama-sama mengandalkan rukyatul hilal sebagai dasar penetapan.

Perkiraan Awal Ramadhan 2026 di Tingkat Global

Di tingkat internasional, awal Ramadhan 2026 juga diperkirakan jatuh antara 18 atau 19 Februari. Beberapa lembaga Islam dunia menyebutkan adanya kemungkinan perbedaan satu hari antarnegara, tergantung pada hasil pengamatan hilal.

Beberapa lembaga kemanusiaan internasional memperkirakan Ramadhan dimulai pada malam 18 Februari dan berakhir sekitar pertengahan Maret 2026. Namun, seluruh prediksi tersebut tetap menegaskan bahwa penampakan hilal menjadi faktor penentu utama.

Persiapan Menyambut Bulan Suci Ramadhan

Dengan waktu yang tersisa kurang dari 35 hari, umat Islam diimbau mulai melakukan persiapan menyambut bulan Ramadhan. Persiapan tersebut meliputi penyelesaian qadha puasa, memperbaiki kualitas ibadah, serta mempersiapkan kondisi fisik dan mental.

Informasi mengenai awal puasa Ramadhan 2026 juga penting bagi masyarakat untuk mengatur agenda kerja, pendidikan, hingga rencana mudik Lebaran.

Pemerintah sendiri telah menetapkan jadwal libur dan cuti bersama Idul Fitri 2026 melalui SKB Tiga Menteri. Hari Raya Idul Fitri 1447 H diperkirakan jatuh pada 21–22 Maret 2026, dengan sejumlah hari cuti bersama di sekitarnya.

Tunggu Keputusan Resmi

Keputusan final mengenai awal Ramadhan 1447 H versi pemerintah akan diumumkan usai Sidang Isbat Kemenag pada 17 Februari 2026. Hasil sidang tersebut akan menjadi pedoman resmi bagi umat Islam di Indonesia yang mengikuti ketetapan pemerintah.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN