Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
NASIONAL

Anggaran MBG 2026 Mencapai Rp335 Triliun

Mistar.idRabu, 7 Januari 2026 11.32
EH
anggaran_mbg_2026_mencapai_rp335_triliun

Presiden Subianto memeriksan MBG. (Foto: Sekretariat Negara/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp335 triliun untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026. Informasi tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi usai mengikuti agenda retret kabinet sekaligus Taklimat Awal Tahun yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Padepokan Garuda Yaksa, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

“Untuk 2026 sudah dialokasikan kurang lebih Rp335 triliun guna mendanai program Makan Bergizi Gratis,” kata Prasety, dilansir dari Kompas.com.

Dalam kesempatan itu, Prasetyo juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar memperketat pelaksanaan dan prosedur operasional program MBG. Presiden menekankan pentingnya kedisiplinan agar program tersebut dapat berjalan optimal dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat di seluruh daerah.

Menurut Prasetyo, Presiden masih mencatat adanya sejumlah insiden dalam pelaksanaan MBG, terutama pada Desember lalu. Berdasarkan laporan Kepala BGN, tercatat sekitar 15 kejadian yang dinilai tidak diharapkan.

“Bapak Presiden meminta agar ke depan tidak lagi terjadi hal-hal semacam itu. Karena itu beliau menekankan peningkatan disiplin prosedur agar program ini bisa berjalan maksimal,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menyatakan bahwa pelaksanaan program MBG sejauh ini dapat dikatakan berhasil hampir sempurna. Secara statistik, tingkat keberhasilannya mencapai 99,99 persen. Meski demikian, ia menegaskan target pemerintah adalah mencapai kondisi tanpa kesalahan sama sekali.

“Kita bersyukur, kalau dilihat secara objektif, bisa dikatakan kita 99 persen berhasil. Namun tentu yang kita harapkan adalah zero defect,” ujar Prabowo belum lama ini.

Prabowo menegaskan pemerintah tidak ingin cepat berpuas diri. Berbagai kekurangan dan potensi penyimpangan tetap harus diperbaiki hingga pelaksanaan program benar-benar sempurna. Ia mengakui, dalam praktiknya masih ditemukan kendala yang terus diatasi melalui langkah-langkah pengamanan dan intervensi pemerintah.

“Langkah pengamanan terus kita lakukan. Intinya, pemerintah tetap melakukan intervensi untuk memperbaiki kekurangan yang ada,” katanya.

Saat ini, jumlah penerima manfaat program MBG disebut telah mencapai sekitar 55 juta orang sejak pertama kali diluncurkan pada 6 Januari 2025. Prabowo menilai angka tersebut patut dibanggakan karena perkembangan program serupa di Indonesia jauh lebih masif dibandingkan negara lain.

Ia menjelaskan, latar belakang diluncurkannya program MBG sangat sederhana, yakni masih tingginya angka kekurangan gizi pada anak-anak Indonesia. Sekitar satu dari lima anak masih mengalami masalah gizi, yang berujung pada malanutrisi dan stunting. Kondisi tersebut membuat pertumbuhan anak tidak optimal dan fisik mereka menjadi lemah.

Dalam penutupnya, Prabowo mengutip pesan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, tentang urgensi mengatasi persoalan kelaparan.

“Saya teringat ucapan Bung Karno, ‘the hungry stomach cannot wait’. Perut yang lapar tidak bisa menunggu. Pemimpin yang bertanggung jawab dan memiliki kepedulian harus bekerja keras untuk menghapuskan kelaparan dan kemiskinan,” tutur Prabowo. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN