Tuesday, October 13, 2026
home_banner_first
NASIONAL

60 Persen Pekerja Masih Informal, Pemerintah Perluas Tenaga Kerja Mandiri agar Naik Kelas

Mistar.idSelasa, 13 Oktober 2026 pukul 20.10 WIB
60_persen_pekerja_masih_informal_pemerintah_perluas_tenaga_kerja_mandiri_agar_naik_kelas_

Pelaksana Tugas Deputi Koordinasi Bidang Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian Dida Gardera dalam Launching Kickoff Program Sinergi Kapasitas Ekosistem Tenaga Kerja Mandiri di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (12/10/2026). (Foto: Antara/HO-Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID (13/10/2026) — Pemerintah meluncurkan program penguatan kapasitas tenaga kerja mandiri (TKM) yang menyasar perempuan untuk memperluas pasar dan mendorong usaha naik kelas ke sektor formal.

Program tersebut merupakan kolaborasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Ketenagakerjaan, pemerintah daerah, dan Lazada Indonesia yang fokus pada peningkatan produktivitas serta pengembangan ekosistem usaha mandiri berkelanjutan.

"Penguatan kapasitas TKM tidak cukup dilakukan melalui pelatihan semata, tetapi perlu didukung ekosistem untuk meningkatkan produktivitas, mengembangkan usaha, dan mendorong pelaku usaha secara bertahap naik kelas menuju sektor formal. Melalui kolaborasi pemerintah dan swasta, kita membangun model pendampingan yang berkelanjutan, khususnya bagi perempuan agar semakin berdaya secara ekonomi," kata Pelaksana Tugas Deputi Koordinasi Bidang Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian Dida Gardera di Jakarta, Senin (12/10/2026).

Ia menjelaskan penguatan usaha mandiri menjadi salah satu upaya memperluas kesempatan kerja di tengah tantangan ketenagakerjaan nasional.

Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026, angkatan kerja Indonesia mencapai 155,41 juta orang dengan tingkat pengangguran terbuka 4,65 persen atau sekitar 7,2 juta orang. Pada periode yang sama, sebanyak 59,30 persen pekerja masih berada di sektor informal, termasuk sebagian besar pelaku usaha mikro.

Untuk meningkatkan kapasitas bisnis, program tersebut mencakup pelatihan pengelolaan laporan keuangan, digitalisasi pemasaran, fotografi produk, serta penguatan pemahaman dan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Asisten Deputi Peningkatan Produktivitas dan Pengembangan Ekosistem Ketenagakerjaan Kemenko Perekonomian Chairul Saleh mengatakan pelibatan dunia usaha bertujuan menjawab kebutuhan praktis pelaku TKM.

"Melalui program ini, kami berharap TKM, khususnya perempuan, tidak hanya mampu meningkatkan keterampilan dalam menjalankan usaha, tetapi juga memperluas akses pasar, mengelola usaha secara lebih akuntabel, serta memperoleh perlindungan sosial ketenagakerjaan. Dengan dukungan berbagai pihak terkait, TKM diharapkan dapat berkembang dan naik kelas menjadi usaha yang formal dan berkelanjutan," ujar Chairul.

Pada tahap awal, proyek percontohan program dilaksanakan di tiga daerah, yakni Yogyakarta, Bandung, dan Medan. Hasilnya akan menjadi bahan evaluasi untuk perluasan program ke daerah lain pada 2027. (Antara/hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN