Thursday, October 15, 2026
home_banner_first
NASIONAL

15 Kabupaten dan Kota di Sulut Terdampak Kabut Asap

Mistar.idKamis, 15 Oktober 2026 pukul 10.28 WIB
15_kabupaten_dan_kota_di_sulut_terdampak_kabut_asap_

Sebanyak 15 kabupaten dan kota di Sulut terdampak kabut asap karhutla. (Foto: Antara Foto/Wahdi Setiawan)

Manado, MISTAR.ID - Sebanyak 15 kabupaten dan kota di Sulawesi Utara (Sulut) terdampak sebaran kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan meningkatkan kewaspadaan hingga 16 Oktober 2026.

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, mengatakan sebaran asap terdeteksi melalui pemantauan citra satelit Himawari 9. Asap tersebut masuk ke wilayah Sulut akibat pergerakan angin dari arah tenggara.

“BMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulut hingga 16 Oktober 2026,” kata Dhira di Manado, Rabu (14/10/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan, kabut asap menyelimuti Kota Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu. Selain itu, sebaran asap juga terpantau di Kabupaten Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.

Dhira meminta masyarakat, pemerintah kabupaten/kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi dampak kabut asap.

Ia juga mendorong koordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi penurunan jarak pandang yang berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan dan kegiatan masyarakat.

Untuk mengurangi dampak kabut asap terhadap kesehatan, BMKG mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah. Masyarakat juga disarankan menutup jendela saat asap semakin pekat, menghindari pembakaran lahan atau hutan, serta memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi.

Selain itu, masyarakat diminta terus memantau perkembangan cuaca karena kondisinya dapat berubah sewaktu-waktu.

“Mengingat cuaca bersifat dinamis, diimbau terus memantau informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,” ujar Dhira.

Informasi prakiraan cuaca yang lebih rinci untuk setiap kelurahan di wilayah Sulawesi Utara dapat diakses melalui situs resmi BMKG di https://cuaca.bmkg.go.id serta kanal informasi resmi lainnya. (hm25/cnn Indonesia)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN