Monday, July 13, 2026
home_banner_first
NASIONAL

1.152 SPPG Masih Dihentikan Sementara, BGN Benahi Standar Program MBG

Mistar.idSenin, 25 Mei 2026 pukul 10.40 WIB
1152_sppg_masih_dihentikan_sementara_bgn_benahi_standar_program_mbg

Ilustrasi MBG. (foto: istimewa/mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperketat pengawasan dan meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga saat ini, sebanyak 1.152 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih dihentikan sementara operasionalnya untuk menjalani proses pembenahan.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan langkah penghentian sementara dilakukan demi menjaga mutu dan keamanan layanan program MBG bagi masyarakat.

“Tidak ada kompromi terhadap standar kualitas program MBG. Seluruh SPPG wajib memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan agar layanan yang diberikan benar-benar aman, sehat, dan berkualitas,” ujar Dadan, Senin (25/5/2026).

BGN mencatat sejak awal 2025 hingga kini terdapat 4.581 SPPG yang sempat dihentikan sementara operasionalnya dalam rangka evaluasi dan peningkatan standar pelayanan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.429 SPPG telah menyelesaikan proses perbaikan dan kembali beroperasi. Sementara 1.152 lainnya masih menjalani tahap pembenahan dan penyesuaian standar operasional.

Menurut Dadan, sejumlah SPPG menerima Surat Peringatan (SP) karena infrastruktur yang dimiliki belum memenuhi standar yang ditetapkan. Beberapa di antaranya belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

BGN memastikan SPPG yang telah melakukan perbaikan dan memenuhi seluruh persyaratan akan diizinkan kembali beroperasi.

“SPPG yang sudah melakukan pembenahan dan memenuhi standar akan diberi kesempatan kembali beroperasi. Kami ingin kualitas program terus meningkat dari waktu ke waktu,” katanya.

Dadan juga menegaskan sebagian besar SPPG yang kini masih dalam proses perbaikan merupakan mitra yang telah berkontribusi sejak tahap awal pelaksanaan program MBG.

Karena itu, pemerintah tetap membuka peluang bagi para mitra tersebut untuk kembali menjalankan layanan setelah seluruh proses pembenahan selesai dilakukan.

“Kami menghargai kontribusi para mitra SPPG sejak awal program berjalan. Pembinaan dan perbaikan dilakukan agar mereka dapat kembali beroperasi dengan kualitas layanan yang lebih baik dan sesuai standar nasional,” tuturnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN