Waspada Wabah Pes Siberia, Dinkes Sumut Pastikan Kondisi Masih Terkendali

VIlustrasi mewaspadai waspada wabah pes Siberia. (Foto ilustrasi: maris/meta/mistar.id)
Medan, MISTAR.ID (17/10/2026) — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menginstruksikan peningkatan kewaspadaan di setiap pintu masuk bandara dan pelabuhan terhadap pelaku perjalanan.
Arahan itu dikeluarkan menyusul meninggalnya Darya Shipilova (28), teknisi laboratorium di Institut Penelitian Anti-Pes Irkutsk wilayah Shelekhov, Siberia, Rusia. Ia meninggal pada 2 Oktober 2026 setelah diduga terpapar bakteri penyebab pes akibat tabung reaksi berisi patogen yang pecah pada 25 September 2026.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumatra Utara (Sumut) Muhammad Faisal Hasrimy mengatakan pihaknya telah menindaklanjuti arahan terkait wabah pes.
"Sampai hari ini yang berkaitan dengan wabah pes dan penyakit menular, kita selalu mengikuti instruksi pusat," ujarnya kepada MISTAR.ID, Sabtu (17/10/2026).
Faisal menjelaskan, Dinkes Sumut telah melakukan surveilans atau pengamatan terhadap kejadian penyakit dan masalah kesehatan di masyarakat.
"Berdasarkan beberapa perhitungan yang telah dilakukan dalam surveilans, sampai hari ini kondisinya masih terkendali dan baik-baik saja. Belum ditemukan wabah pes di Sumut," ucapnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun MISTAR.ID, Kemenkes juga memastikan belum ada temuan kasus pes di Indonesia pascaberedarnya pemberitaan internasional tersebut. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut risiko penularan di luar Rusia masih sangat rendah.
Sementara itu, otoritas kesehatan Rusia (Rospotrebnadzor) menyatakan hampir 5.000 tes laboratorium terhadap sekitar 197 kontak tidak menemukan patogen berbahaya. WHO mencatat penyebab pasti kematian Shipilova masih belum terkonfirmasi dan masih meminta klarifikasi dari pemerintah Rusia.
Perlu diketahui, berdasarkan laman resmi WHO, pes merupakan penyakit menular yang disebabkan bakteri Yersinia pestis dan ditemukan pada mamalia kecil serta kutunya. Penyakit ini ditularkan antarhewan melalui kutu, namun dapat menular ke manusia sehingga tergolong zoonosis.(hm02)
Ilustrasi bakteri Yersinia pestis penyebab penyakit pes. (Foto: Gemini AI/Mistar)
WabahPes, DinkesSumut, Kemenkes, YersiniaPestis, KesehatanSumut
PREVIOUS ARTICLE
Pemprov Sumut Gelar Modifikasi Cuaca untuk Atasi Kabut Asap















































