Wali Kota Rico Waas: Jangan Rayakan Tahun Baru 2026 Berlebihan, Fokus Tangani Banjir

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas saat memberikan keterangan kepada awak media. (Foto: Ari/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengimbau seluruh masyarakat Kota Medan untuk tidak melakukan perayaan akhir tahun yang mewah atau berlebihan, termasuk festival kembang api di Kota Medan.
“Kami menyarankan untuk tidak melaksanakan kegiatan mewah ataupun aktivitas berlebihan,” katanya pada wartawan usai mengikuti Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kota Medan, Senin (29/12/2025).
Ia menekankan jajarannya masih merasa prihatin atas terjadinya banjir yang melanda Kota Medan pada 27 November 2025 lalu. Menurutnya, keprihatinan tersebut harus diiringi dengan melakukan kegiatan doa bersama.
“Diutamakan doa bersama Kalau bisa berkumpul bersama keluarga yang sederhana saja. Intinya dengan kondisi akhir tahun kita masih prihatin terhadap situasi pasca bencana di Kota Medan dan daerah lainnya,” tuturnya.
Terkait pembangunan ke depan, Politisi NasDem itu menegaskan pihaknya berkomitmen penuh dan fokus pada awal tahun 2026 dalam mengatasi persoalan banjir di Kota Medan.
“Kita harapkan pembangunan ke depan itu on track dan baik, tidak terjadi kendala dan bencana, otomatis kita harus restart lagi terhadap kerusakan, baik drainase di jalanan dan lainnya,” ujarnya.
Ia menekankan di bawah kepemimpinannya, Pemerintah Kota Medan akan selalu berkomitmen penuh dalam menciptakan inovasi dan solusi yang komprehensif dalam mengatasi banjir, khususnya penguatan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Pada awal tahun ini kami langsung start dan tancap gas untuk program penanganan banjir yang lebih komprehensif lagi, termasuk penguatan BPBD misalnya dengan bagaimana masalah ini jangan sampai terjadi lagi,” ucapnya.
Diketahui, banjir yang terjadi pada 27 November 2025 lalu di Kota Medan telah melanda sedikitnya 19 kecamatan, dari 21 kecamatan yang ada di Kota Medan.
Pasalnya, akses penanganan seperti perahu karet dalam proses evakuasi warga pada banjir tersebut sangat minim dan menyebabkan petugas kewalahan.
Diketahui, atas bencana banjir tersebut, hal itu menyebabkan sebanyak 9.225 kepala keluarga (KK) atau 29.364 jiwa terdampak banjir di berbagai kecamatan yang ada di Kota Medan.
PREVIOUS ARTICLE
Fraksi PDIP Setujui Ranperda Perusda Dhirga Surya Jadi PerdaBERITA TERPOPULER























