Tekan Angka Pengangguran, Eks Korpus BEM SI Dorong Konsistensi Pengawalan Asta Cita

Mantan Koordinator Pusat BEM SI 2025/2026 sekaligus Deklarator Pemira Muzammil Ihsan. (Foto: Dok. Pribadi/Mistar)
Medan, MISTAR.ID (22/10/2026) — Mantan Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) periode 2025/2026 Muzammil Ihsan mendorong pentingnya konsistensi pengawalan terhadap visi Asta Cita agar target penekanan angka pengangguran nasional menuju Indonesia Emas 2045 dapat tercapai optimal.
Muzammil menilai visi Asta Cita di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memiliki peran penting dalam menekan angka pengangguran nasional. Ia juga menyoroti tantangan ketenagakerjaan dan masa depan lulusan perguruan tinggi yang kerap dihadapi generasi muda.
"Ketika wisuda tiba, pertanyaan terbesar di benak para mahasiswa tentu seputar pekerjaan. Mau bekerja di mana setelah lulus nanti, dan pekerjaan yang seperti apa?" katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (22/10/2026).
Asta Cita, kata dia, menjadi langkah konkret pemerintah dalam menjawab ketidakpastian masa depan generasi muda. Implementasi Asta Cita, khususnya pilar penciptaan lapangan kerja, kewirausahaan, industri kreatif, serta infrastruktur, menjadi jawaban atas keresahan utama generasi muda saat ini.
Selain itu, Muzammil juga mengapresiasi sejumlah kebijakan kerakyatan dalam dua tahun terakhir, seperti penyesuaian upah minimum provinsi (UMP) yang naik hingga 6,5 persen, pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), pemutihan utang macet UMKM, hingga perluasan program perumahan subsidi dan magang nasional.
"Selain itu ada juga program magang nasional berupah UMR bagi 100 ribu lulusan S1, bonus hari raya untuk pekerja ojek daring (ojol), dan penyerapan ratusan ribu tenaga kerja pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terbukti efektif menggerakkan ekonomi warga," ujar deklarator Pemuda Indonesia Raya (Pemira) itu.
Menurutnya, efektivitas program-program tersebut tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) per Mei 2026 yang mencatat penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) hingga 4,65 persen.
Kendati demikian, Muzammil kembali menekankan pentingnya konsistensi jajaran menteri dan kabinet dalam menerjemahkan visi tersebut ke lapangan, khususnya dalam menjembatani dunia pendidikan dengan sektor industri.
Pemira, sebutnya, akan terus berperan aktif dalam mengawal kebijakan pemerintah agar tetap berada di jalur yang tepat demi mewujudkan target kesejahteraan masyarakat pada 2045.
"Kalau komitmen Asta Cita ini terus dilanjutkan dengan pengawalan penuh serta konsisten dari seluruh jajaran kabinet, kelak ketika Indonesia berusia 100 tahun di 2045, tidak ada lagi pengangguran," ucapnya.(hm02)









































