Saturday, October 10, 2026
home_banner_first
MEDAN

Siswa SDN Medan Keracunan MBG, BGN Sumut: SPPG di Suspend Sementara

Mistar.idSabtu, 10 Oktober 2026 pukul 13.06 WIB
siswa_sdn_medan_keracunan_mbg_bgn_sumut_sppg_di_suspend_sementara

Situasi saat para siswa SDN 060870 Medan korban keracunan MBG telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. (Foto: Berry/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID – Badan Gizi Nasional (BGN ) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menutup sementara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok Makan Bergizi Gratis (MBG) ke SD Negeri 060870 Medan.

Pasalnya, sebanyak 17 siswa dari sekolah tersebut dilarikan ke Rumah Sakit Umum Imelda Kota Medan setelah diduga mengalami keracunan MBG, pada Jumat (9/10/2026).

“Kemarin sudah ada tim yang ke sana. Terus untuk suratnya, SPPG-nya langsung di suspend, ditutup sementara,” kata Kepala BGN Sumut, Yoga Aztrianto saat dihubungi Mistar, Sabtu (10/10/2026).

Ia menjelaskan bahwa selama penutupan sementara, pemeriksaan tidak hanya dilakukan oleh pihak BGN saja namun juga melibatkan puskesmas maupun dinas kesehatan untuk memastikan kelayakan ulang dari SPPG tersebut.

“Jadi bukan dari kami saja, tapi nanti akan dilakukan IKL (Indeks Kesehatan Lingkungan) dari Puskesmas sekitar apakah memang sudah layak kembali untuk dicek lagi. Untuk menilai kesehatan lingkungan dari dapur oleh puskesmas,” tuturnya lagi.

Diketahui bahwa menu yang disajikan pada saat kejadian yaitu nasi putih, telur bebek semur, susu, tauco kacang panjang, terong hijau, tahu kering dan buah salak.

Ia mengatakan bahwa hingga saat ini menu masih dalam observasi. Namun dugaan sementara penyebab keracunan adalah susu, melihat masa kedaluwarsa yang hanya tinggal satu bulan lagi yaitu 8 November 2026.

“Dugaan sementara itu karena susu. Mungkin khilaf atau gimana, untuk pemeriksaan penerima barang bakunya itu ada yang masuk ke satu bulan sudah mau expired tanggal 8 November,” ucapnya menjelaskan.

Berdasarkan update terakhir yang diterima Yoga, ada sekitar lima siswa yang masih mendapatkan perawatan di rumah sakit. “Kalau untuk per hari ini belum update infonya apakah sudah pulang atau belum,” katanya.

Yoga menjelaskan bahwa suspensi yang diberikan masuk ke dalam kategori sanksi sedang dengan pemberhentian operasional sementara selama 20 hari.

Dengan demikian, selama 20 hari pula sekolah-sekolah yang menerima pasokan makanan dari SPPG tersebut akan berhenti mendapatkan MBG.

Ketika ditanyakan apakah akan ada pasokan MBG pengganti dari SPPG lain ke sekolah-sekolah tersebut, Yoga mengaku belum dapat memberikan jawaban. Namun ia menegaskan bahwa pihaknya tetap memiliki keinginan agar para siswa tetap mendapatkan layanan MBG.

Ia mengatakan bahwa pihaknya tetap melakukan investigasi untuk memastikan apakah kesalahan murni dari SPPG yang bersangkutan atau kesalahan dari pihak luar.

“Makanya kita butuh investigasi, tapi langkah BGN itu langsung men-suspend. Kalau memang ke depan dari kebijakan pusat pun ada cara sistematis sekolah yang sebelumnya belum menerima bisa dialihkan ke dapur lain, itu kami belum tahu,” katanya.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN