Wednesday, June 17, 2026
home_banner_first
MEDAN

Renville Dorong Pemko Medan Kembali Terapkan e-Parking untuk Dongkrak PAD Parkir

Mistar.idRabu, 17 Juni 2026 17.52
journalist-avatar-top
RF
renville_dorong_pemko_medan_kembali_terapkan_eparking_untuk_dongkrak_pad_parkir

Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan, Renville Napitupulu. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan, Renville Napitupulu, mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk kembali menerapkan sistem e-Parking dalam pembayaran parkir tepi jalan.

Menurutnya, sistem tersebut telah terbukti mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir tepi jalan pada tahun 2024.

“Buktinya sudah ada dan saya rasa sepanjang sejarah PAD parkir tepi jalan di Kota Medan tertinggi itu di tahun 2024, karena mencapai Rp100 miliar lebih. Pada 2025 saat e-Parking tidak diterapkan dan diganti dengan Parkir Berlangganan, PAD parkir tepi jalan merosot hanya sekitar Rp15 miliar. Jadi sangat jauh perbedaannya,” ujar Renville kepada Mistar, Rabu (17/6/2026).

Karena itu, ia meminta Pemko Medan kembali mengkaji penerapan sistem e-Parking agar PAD daerah dapat kembali meningkat secara maksimal, termasuk dengan optimalisasi titik-titik potensial parkir.

“Jika berbicara ingin meningkatkan PAD, saya kira sudah jelas sistemnya, yaitu e-Parking. Karena dengan sistem itu, seluruh retribusi yang dibayarkan masyarakat langsung masuk ke kas daerah. Artinya, ruang bagi oknum untuk ‘bermain’ menjadi lebih kecil. Apalagi sekarang sudah era digitalisasi, kita harus mengikuti perkembangan,” tegasnya.

Ketua DPD PSI Kota Medan itu membenarkan bahwa saat ini Pemko Medan menerapkan dua sistem pembayaran parkir, yakni tunai dan nontunai. Namun, menurutnya di lapangan yang lebih dominan diterapkan justru sistem tunai.

“Kondisi ini menyebabkan PAD parkir tidak maksimal. Sistem tunai rentan menjadi celah kebocoran PAD. Sementara dengan e-Parking, seluruh pembayaran langsung masuk ke kas daerah,” katanya.

Renville juga menyoroti kinerja Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan. Ia menilai perlu ada penempatan pejabat yang benar-benar memahami sektor perparkiran.

“Kalau kita ingin sistem parkir lebih baik ke depan, maka harus dicari orang yang paham soal parkir, jangan asal menempatkan saja. Saat ini belum terlihat inovasi dari Kadishub Medan Irsan Nasution. Kita juga bertanya-tanya, apakah beliau benar-benar memahami persoalan parkir ini, karena permasalahan masih terus muncul, mulai dari jukir liar hingga pengutipan retribusi dengan tarif lama,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, Renville memastikan akan mempertanyakan capaian PAD parkir dalam rapat evaluasi bersama Dinas Perhubungan.

“Nanti saat Rapat Evaluasi Triwulan II akan kita pertanyakan berapa capaian PAD dan bagaimana perkembangan titik-titik potensi parkir di Kota Medan,” pungkasnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN