Pendakian Gunung Sibayak Ditutup Sebulan untuk Pemulihan Ekosistem

Sekretaris DLHK Provinsi Sumatera Utara, Ari Harahap. (Foto: Amita/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sumatera Utara menutup jalur pendakian Gunung Sibayak selama satu bulan untuk pemulihan ekosistem kawasan serta memastikan keselamatan dan kelayakan jalur bagi pendaki.
Sekretaris DLHK Provinsi Sumatera Utara, Ari Harahap, mengatakan penutupan jalur pendakian diberlakukan selama satu bulan penuh, terhitung mulai 15 Oktober hingga 15 November 2026.
"Kebijakan ini fokusnya di jalur pendakian menuju puncak Gunung Sibayak, sementara kawasan Tahura (Taman Hutan Raya) secara keseluruhan tidak ditutup untuk umum," katanya, Minggu (18/10/2026).
Terkait potensi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, Ari menegaskan bahwa penutupan dilakukan demi keselamatan bersama.
"Kami sudah melakukan koordinasi serta sosialisasi terkait penutupan sementara ini kepada para pemangku kepentingan dan masyarakat setempat," ucapnya.
Terkait indikator pembukaan kembali jalur pendakian, Ari mengungkapkan bahwa pihak pengelola di tingkat tapak, yakni UPT Tahura, akan melakukan evaluasi secara berkala.
"Keputusan membuka kembali akses pendakian akan dilihat berdasarkan hasil peninjauan lapangan yang memastikan kondisi ekosistem telah kembali aman, serta jalur pendakian siap dan layak untuk dilalui kembali," ujarnya.
Ari menginformasikan bahwa pihak pengelola Tahura akan mengumumkan secara resmi kepada publik saat jalur pendakian sudah dinyatakan aman untuk dibuka kembali.
Ari mengatakan evaluasi kondisi jalur pendakian menjadi tanggung jawab pengelola Tahura di tingkat tapak. Hasil peninjauan akan menjadi dasar penentuan apakah jalur sudah aman dan layak untuk kembali dibuka. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Rico Waas Minta Inspektorat Periksa Jajaran Kecamatan Medan Baru Terkait Dugaan Pungli Sampah











































