Saturday, October 17, 2026
home_banner_first
MEDAN

Paparan Kabut Asap Masih Terdeteksi di Seluruh Kabupaten/Kota Sumut

Mistar.idJumat, 16 Oktober 2026 pukul 13.48 WIB
paparan_kabut_asap_masih_terdeteksi_di_seluruh_kabupatenkota_sumut

Peta sebaran asap karhutla di seluruh wilayah Sumut, Jumat (16/10/2026). (Foto: BMKG Wilayah I Medan/Mistar)

Medan, MISTAR.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih mendeteksi paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di seluruh kabupaten/kota Sumatera Utara (Sumut), Jumat (16/10/2026).

"Hari ini masih terdeteksi sebaran asap di seluruh wilayah Sumut berdasarkan hasil pemantaun citra satelit pukul 10.00 WIB," kata Kepala Balai Besar MKG (BBMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, dalam keterangan pers yang diterima Mistar.

Hendro mengatakan, asap akibat karhutla terbawa angin yang berhembus ke wilayah Sumut. Angin-angin itu bertiup dari arah timur–tenggara menuju barat laut–utara.

"Tiupan angin tersebut mengindikasikan bahwa sebaran asap di wilayah Sumut merupakan asap kiriman dari wilayah Sumatera bagian selatan yang terbawa angin. Namun demikian, penentuan sumber asal asap secara pasti memerlukan analisis lebih lanjut dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer dan data pendukung lainnya," katanya.

Hendro mengatakan, jarak pandang masih berada di kisaran antara 1–3 km berdasarkan hasil pemantauan dari Stasiun Meteorologi Kualanamu, Stasiun Meteorologi Aek Godang, dan Stasiun Meteorologi Silangit.

"Sementara untuk kualitas udara, sejumlah wilayah Sumut berada di kategori sedang. Kondisi paparan kabut asap dan penurunan jarak pandang tersebut diprediksi masih terjadi hingga tiga hari ke depan," ucapnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat yang berada di wilayah dengan jarak pandang rendah akibat kabut dan asap untuk berhati-hati saat berkendara, mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta menyalakan lampu kendaraan sesuai kebutuhan.

"Warga juga diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk dan menggunakan masker yang sesuai untuk mengurangi paparan partikel asap," tutur Hendro.

Para kepala daerah diminta untuk meningkatkan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI–Polri setempat dalam mengantisipasi dampak sebaran asap serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

"Masyarakat diharapkan terus mengikuti informasi resmi yang disampaikan oleh BBMKG Wilayah I Medan melalui media sosial @infobmkgsumut," ujar Hendro.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kabut asap di wilayah Kota Medan dan sekitarnya siang ini terlihat menipis dan tidak sepekat dua hari terakhir, Rabu (14/10/2026) dan Kamis (15/10/2026), setelah hujan cukup panjang mengguyur wilayah Kota Medan.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN