Kualitas Udara di Medan Membaik Usai Diguyur Hujan

Kondisi udara di Kota Medan usai diguyur hujan cukup panjang. (foto: deddy/mistar)
Medan, MISTAR.ID - Kualitas udara di Kota Medan dan sekitarnya membaik setelah hujan dengan durasi cukup panjang mengguyur, Jumat (16/10/2026) pagi.
Paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kalimantan, Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau di wilayah Medan mulai terlihat menipis dibandingkan, Kamis (15/10/2026).
Guyuran hujan tak hanya membuat paparan asap menghilang, tetapi juga membantu menormalkan jarak pandang setelah kabut asap yang pekat mengakibatkan penurunan jarak pandang sebelumnya di Kota Medan.
Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Putri Afriza, mengatakan kualitas udara di Sumatera Utara (Sumut), termasuk Kota Medan dan sekitarnya berada pada kategori sedang pagi ini.
Diketahui, dua hari terakhir tepatnya Rabu (14/10/2026) dan Kamis (15/10/2026), kualitas udara di Medan dan sekitarnya sempat berada pada kategori tidak sehat akibat paparan kabut asap karhutla.
"Kualitas udara di Sumut pagi ini kategori sedang," katanya saat dikonfirmasi Mistar melalui sambungan seluler.
Putri menjelaskan hujan memang dapat membantu menyejukkan udara dan menghilangkan paparan asap karhutla. Namun, selama karhutla di sejumlah wilayah masih terjadi, maka sebaran asap masih berpotensi kembali masuki Sumut.
"Hujan dapat membantu mengurangi konsentrasi partikel asap di udara melalui proses pencucian atmosfer. Namun, efektivitasnya bergantung pada intensitas dan durasi hujan, kondisi angin, serta keberadaan sumber asap. Jika kebakaran masih terjadi/terdapat kiriman asap dari wilayah lain, kabut asap berpotensi muncul kembali setelah hujan berhenti. Oleh karena itu, kondisi kualitas udara tetap perlu dipantau secara berkala," ucapnya.















































