Khatib Tifatul Sembiring Ingatkan Kesabaran dan Tawakal di Tengah Bencana

Anggota DPR RI Komisi VII, Tifatul Sembiring, yang juga bertindak sebagai khatib Dalam pelaksanaan salat Idulfitri 1447 H di Lapangan Merdeka Medan. (Foto:Susan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Anggota DPR RI Komisi VII, Tifatul Sembiring, mengajak masyarakat untuk bersabar dan bertawakal di tengah banyaknya bencana yang melanda. Hal itu disampaikannya saat menjadi khatib dalam pelaksanaan salat Idulfitri 1447 H di Lapangan Merdeka Kota Medan, Sabtu (21/3/2026).
Ia menyampaikan bahwa berbagai musibah terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari banjir besar di Bali, erupsi Gunung Semeru di Jawa Timur, hingga gempa dan longsor di beberapa daerah.
Kejadian paling anyar menimpa Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025. Bahkan, menurut data BNPB per 6 Desember 2025, korban meninggal mencapai 1.204 jiwa.
Belum terhitung kerugian material, rumah, kendaraan, sawah, ladang, ternak, bahkan ada pemukiman dan desa yang hilang tersapu banjir bandang. Ia juga menyoroti masih adanya daerah terpencil yang belum menerima bantuan akibat akses yang terputus.
Menurutnya, memang ada musibah yang berasal dari tabiat alam. Banjir terjadi di mana-mana, seperti di Florida, Mekkah, hingga Eropa. “Tsunami itu kan bukan kehendak kita,” tuturnya usai salat Id.
Namun ia juga menekankan bahwa bencana tidak hanya disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga ulah manusia, seperti penggundulan hutan. “Itu penebangan dan penggundulan hutan, itu mengundang azab. Berlaku sunnatullah, gak ada lagi yang tahan air itu, akar-akar pohon habis,” katanya.
Tifatul menambahkan, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama, baik masyarakat maupun pemerintah pusat dan daerah.
Di momen Idulfitri, ia juga menyampaikan pesan penguatan kepada para korban agar tetap bersabar. Ia menegaskan bahwa bantuan akan terus didorong, meski relawan memiliki keterbatasan.
“Intinya banyak bersabar, kita bertawakal, kita bermohon. Mereka sudah bersabar juga selama ini, bukan gak bersabar. Nanti tinggal kita bantu ini lagi,” ujarnya.
Ia turut menanggapi Presiden Prabowo Subianto yang melaksanakan salat Id di Aceh Tamiang sebagai bentuk empati. Namun, ia menilai tugas masih banyak, mengingat banyak warga kehilangan rumah dan masih minim hunian sementara.
Menurutnya, bantuan seperti beras dan genset memang telah disalurkan sesuai kemampuan, tetapi kebutuhan utama korban adalah membangun kembali semangat hidup.
“Masalah mereka bukan hanya beras sama genset saja. Ini harapan mereka untuk memulai kembali semangat untuk hidup kembali,” ucap Tifatul. (hm27)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER
























