Tuesday, October 20, 2026
home_banner_first
MEDAN

Kemunculan Buaya Muara Bikin Warga Resah, Nelayan Takut Melaut

Mistar.idSelasa, 20 Oktober 2026 pukul 15.51 WIB
kemunculan_buaya_muara_bikin_warga_resah_nelayan_takut_melaut

Danau Siombak lokasi kemunculan buaya muara yang membuat masyarakat resah. (Foto: Kamal/Mistar)

Medan, MISTAR.ID - Kemunculan sejumlah buaya muara di aliran Sungai Bederak, Siombak, Hamparan Perak, dan Sicanang membuat warga resah. Sedikitnya delapan ekor buaya diperkirakan terlihat berkeliaran di permukaan sungai, Selasa (20/10/2026).

Warga menyebut, salah satu buaya yang terlihat memiliki panjang sekitar 2 hingga 3 meter. Kemunculan satwa tersebut menimbulkan kekhawatiran karena lokasi sungai berdekatan dengan permukiman nelayan dan tambak milik warga.

"Kemarin nampak kepalanya saja, hari ini badannya sudah naik. Warga jadi takut mau mandi dan cari ikan," ujar seorang warga.

Aliran Sungai Bederak, Siombak, Hamparan Perak, dan Sicanang terhubung dengan kawasan mangrove serta Pelabuhan Belawan yang menjadi habitat alami buaya muara.

Warga menduga kenaikan air pasang dan banyaknya limbah menjadi faktor yang menyebabkan buaya terlihat bergerak ke bagian hulu sungai. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kemunculan buaya itu berdampak pada aktivitas warga yang menggantungkan hidup sebagai nelayan kecil dan pencari kepah atau kerang. Mereka kini khawatir beraktivitas di sekitar muara sungai karena berisiko berhadapan langsung dengan buaya.

"Kami biasanya cari ikan di pinggiran muara sungai, sekarang takut. Anak-anak juga kami larang main di sungai dulu," kata Udin, warga setempat.

Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Medan, Abdul Rahman, mengimbau para nelayan agar meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas seorang diri di sekitar lokasi kemunculan buaya.

Ia menyebut, kemunculan buaya muara tersebut telah dilaporkan kepada Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sumatera Utara. Petugas juga telah melakukan penyisiran di sekitar muara sungai yang dilaporkan menjadi lokasi kemunculan satwa tersebut.

"Kita juga telah melaporkan hal itu ke Ditpolairud Polda Sumut dan langsung melakukan penyisiran di muara sungai, tempat munculnya buaya," jelas Abdul Rahman.

Abdul Rahman berharap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Utara dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan segera turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan penanganan lebih lanjut.

Ia juga meminta pemerintah daerah memasang papan peringatan bahaya buaya di sekitar muara sungai agar masyarakat lebih waspada dan menghindari aktivitas yang berisiko. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN