Kasus Kekerasan Anak Meningkat, Pemko Medan Masifkan Sosialisasi Mulai Tingkat Sekolah

Kepala DP3APMPPKB Kota Medan, Edliaty Siregar saat diwawancarai. (foto: istimewa/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APMPPKB) Kota Medan, Edliaty Siregar, mengatakan kasus kekerasan anak hingga anak yang berhadapan dengan hukum di Kota Medan meningkat selama tahun 2025.
“Meningkatnya tidak begitu signifikan. Selain memang ada tindakan kekerasannya, kita menilai peningkatan ini terjadi karena sekarang anak yang menjadi korban sudah mau berbicara (speak up) atau melapor. Dengan begitu semua bisa termonitor dan kasusnya bisa diketahui,” ujar wanita yang akrab disapa Iyet ini kepada Mistar, Rabu (31/12/2025).
Dirincikan Iyet, kasus kekerasan terhadap anak selama tahun 2025 sebanyak 152 kasus dengan rincian 81 anak perempuan 81 orang dan laki-laki 71 orang. Sementara anak yang berhadapan dengan hukum sebanyak 21 kasus.
“Jenis kekerasannya berupa fisik, psikis, seksual, trafficking, penelantaran hingga yang lainnya. Saat ini semuanya sudah kita berikan pelayanan kesehatan, pemulangan ke daerah asal hingga bantuan hukum. Sementara tahun 2024 kasus yang kita tangani sebanyak 117 kasus dan tahun 2023 sebanyak 133 kasus,” katanya.
Dalam menekan meningkatnya kekerasan anak, Iyet mengaku pihaknya terus masifkan melakukan sosialisasi mulai tingkat sekolah, kelurahan, kecamatan hingga komunitas remaja di Kota Medan.
“Untuk sekolah secara periodik terus kita lakukan. Begitu juga di komunitas remaja. Sebab kita tahu aksi bullying kebanyakan bermula dari lingkungan sekolah. Makanya sekolah memang menjadi prioritas kita,” ujarnya.
Tak hanya kekerasan anak, sambung Iyet, pihaknya juga melakukan sosialisasi dan pembinaan terhadap masyarakat untuk terbentuknya keluarga yang sehat dan terencana.
“Kami melakukan pembinaan pada 154 Bina Keluarga Balita (BKB), 152 Bina Keluarga Lansia (BKL) dan 151 Bina Keluarga Remaja (BKR) selama tahun 2025. Bimbingan Konseling juga kita lakukan pada 163 Kelompok Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) dan 142 Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA). Tujuannya agar generasi muda dan ekonomik keluarga tumbuh bersama,” ucapnya.
BERITA TERPOPULER























