Gubernur Bobby Nasution Ungkap Alasan Berang ke Camat Tukka saat Berkunjung di Tapteng

Gubernur Sumut Bobby Nasution membeberkan alasan dirinya sempat memarahi Camat Tukka Yan Munzir Hutagalung di Tapteng. (Foto: Iqbal/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution membeberkan alasan dirinya sempat terlibat debat panas kepada Camat Tukka Yan Munzir Hutagalung saat meninjau aliran sungai di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).
Momen tersebut sempat menyita perhatian publik khususnya warganet setelah video tersebut dibagikan di akun resmi @bobbynst. Pada video tersebut Bobby terlihat berang kepada Yan Munzir dan sempat terjadi perdebatan di tengah hujan deras yang turun.
Bobby pun menjelaskan hal tersebut terjadi akibat lambatnya Kabupaten Tapteng khususnya kecamatan Tukka dalam merespon bantuan untuk bencana alam. Menurutnya masyarakat disana sudah mengeluh terkait belum adanya bantuan yang didapatkan.
"Itu pertama saat berkunjung ke Tapteng pasti masyarakat semua keluhannya belum dapat bantuan. Sementara di daerah bencana lain seperti di Tapsel, Taput dan tetangganya Sibolga keluhan memang masih ada tapi tidak terlalu banyak," ujarnya kepada Wartawan, Rabu (15/4/2026).
Bobby pun mengaku sudah sering mengingatkan agar bantuan untuk masyarakat yang terdampak bisa segera direspon, namun data yang diperlukan belum juga didapatkan.
"Sudah sering kita katakan datanya dipercepat, karena pure itu hanya data saja bukan bantuannya tidak ada, bantuannya ready tapi datanya saja baik dari tingkat yang paling bawah sampai ke tingkat pak Bupatinya sudah diingatkan berkali-kali," katanya.
Ia pun mengaku sempat merasakan emosional kepada Camat Tukka karena adanya proyek pembangunan Sabo Dam sungai Tukka dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang hingga saat ini belum berjalan. Menurutnya itu karena lemahnya dari pengawasan Camat dalam pengerjaannya.
"Semalam yang buat kita agak panas karena itukan penanganan sungai itu sekarang kita minta fokuskan dari saat puasa kemarin kita minta fokuskan, itu dari Kementerian PU sudah berkontrak sebulan yang lalu tapi belum bisa kerja, bayangin," tuturnya.
Bobby mengingatkan jangan sampai Kementerian PU memberi teguran kepada Kepala Balai dan Sumut karena proyek yang sudah dikontrakan tidak berjalan dengan maksimal. Menurutnya Bupati dan jajaran harus bisa mengawasi tersebut.
"Saya juga dulu pernah jadi Wali Kota gimana kerja di lapangan kita tahu lah, kalau Camatnya nungguin, Kepala Desanya nungguin, keplingnya nungguin pasti bisa jalan, tidak mandek, ini alasannya banyak sekali masyarakat inilah itulah, karena belum dapat bantuan tadi," ucapnya.
Ia merasa wajar masyarakat merasa berat memberikan lahannya untuk pembangunan proyek tersebut karena bantuan yang diberikan juga belum maksimal.
"Jadi masyarakat merasa tanahnya mau diambil untuk pembangunan, sementara bantuan belum dapat jadi kita tegur keras itu harusnya sudah dapat semualah (bantuan) kita cek disana kemarin hujan deras sejam saja air sudah naik lagi," ujar Bobby.
Bobby pun meminta dalam sepekan ini urusan pembebasan lahan untuk pembagunan tersebut bisa segera teratasi.
"Saya minta kemarin seminggu ini harus selesai (pembebasan lahan), pembebasan lahan itu baik secara normal ataupun dengan mekanisme bencana, kalau ini upnormal semua kan jadi bisa kita gunakan," tuturnya.
Ia pun mengingatkan para perangkat pemerintahan agar lebih maksimal dalam pelayanan masyarakat. Menurutnya pejabat publik harus memberikan keikhlasan dalam melayani.
'Ya mungkin kalau niat memperlambat kita tidak tahu juga ya, kita lihat cara kerjanya saja ya, cara kerja kalau di pemerintahan ini kerjanya ikhlaslah, dari hati lah ke masyarakat. Jangan merasa pejabat minta dilayani, tidak usah, kita yang harus melayani masyarakat," ucapnya.


















