Friday, June 5, 2026
home_banner_first
MEDAN

DP3AKB Sumut Tunda Acara Fun Walk, Utamakan Empati dan Trauma Healing Korban Bencana

Mistar.idKamis, 4 Desember 2025 14.18
AN
AA
dp3akb_sumut_tunda_acara_fun_walk_utamakan_empati_dan_trauma_healing_korban_bencana

Kepala DP3AKB Provinsi Sumatera Utara, Dwi Endah Purwanti (kanan), menjelaskan acara yang direncanakan pada 7 Desember dan melibatkan sekitar 4.500 perempuan dari 140 organisasi ditunda hingga tahun depan. (Foto: Amita/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (P3AKB) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terpaksa menunda kegiatan besar Fun Walk & Charming Walking menjadi tahun depan, sebagai bentuk empati terhadap korban banjir dan longsor di Provinsi Sumut.

Kegiatan ini sebelumnya direncanakan akan digelar pada 7 Desember mendatang, melibatkan sekitar 4.500 perempuan dari 140 organisasi.

Hal ini dikatakan, Kepala DP3AKB Provinsi Sumatera Utara, Dwi Endah Purwanti, pada Kamis (4/12/2025). “Sangat tidak elok jika kita masih meneruskan acara itu. Ini kan sama dengan kita tidak punya empati atau kita melukai perasaan masyarakat yang sedang berduka. yang sedianya melibatkan ribuan perempuan,” kata dwi, menekankan alasan penundaan.

Kegiatan tersebut dijadwalkan ulang pada 21 April 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Kartini. Dwi juga mengimbau pihak sponsor dan mitra yang telah menyiapkan bantuan untuk menyalurkannya langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Mari kita berempati, mari kita perhatikan saudara-saudara kita yang saat ini sedang menghadapi bencana,” ucapnya.

Dwi juga menjelaskan peran aktif organisasi perempuan dalam situasi kebencanaan saat ini. "Kami berupaya mengajak organisasi-organisasi perempuan melakukan solidaritas terhadap bencana. Hal pertama bisa dilakukan, kita mengumpulkan donasi. Kita juga membantu ekonomi keluarga-keluarga yang terkena bencana,” ujarnya.

DP3AKB Sumut telah membuka dapur umum sejak Jumat untuk menyajikan makanan siap saji bagi pengungsi yang kehilangan peralatan memasak. Selain kebutuhan fisik, dinas juga memfokuskan diri pada kebutuhan mental korban.

“Kita melakukan trauma healing, utamanya kepada perempuan dan juga anak-anak kita yang kemungkinan sempat terluka mentalnya karena bencana yang mereka alami,” tuturnya.

Lebih lanjut, DP3AKB Sumut akan mengadakan rapat koordinasi pada Jumat besok dengan DP3AKB di 18 kabupaten/kota yang terkena bencana.

Rapat bertujuan memastikan perlindungan khusus bagi kelompok rentan, antara lain ibu hamil dan menyusui dalam mempersiapkan persalinan, ketersediaan kebutuhan dasar bagi bayi/balita, perlindungan dari kejahatan agar tidak terjadi kejahatan terhadap perempuan di tempat pengungsian, serta penanganan anak-anak yang kehilangan atau terpisah dari orang tua mereka. (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN