Dewan Anggap Pembangunan yang Dilakukan Pemko Medan Hamburkan Uang Rakyat

Komisi IV saat menggelar RDP dengan Dinas PKPCKTR Kota Medan. (foto: istimewa/mistar)
Medan, MISTAR.ID
Anggota Komisi IV DPRD Kota Medan, Edwin Sugesti Nasution, menilai pembangunan yang dilakukan Pemko Medan terkesan menghambur-hamburkan uang rakyat. Pasalnya, beberapa pembangunan yang dilakukan tanpa kajian yang matang. Salah satunya Revitalisasi Lapangan Merdeka yang terdampak banjir beberapa waktu lalu.
“Saya melihat pengerjaan ini hanya menghabiskan uang. Seperti Lapangan Merdeka, tampak aset yang dibangun rusak pasca terkena banjir. Harusnya ada kajian yang matang jika terjadi bencana sewaktu-waktu, sehingga bisa diatasi,” ujar Edwin dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman Cipta Karya Tata Ruang (PKPCKTR), Senin (5/1/2026).
Khusus di Lapangan Merdeka, kata Edwin, eskalator yang berada di basemen mengalami kerusakan lantaran terkena banjir.
“Padahal eskalator itu masih baru, tapi sudah rusak karena banjir. Secara otomatis akan ada biaya perbaikan yang dibebankan ke APBD. Itu maksudnya menghambur-hamburkan uang. Jika ada kajian yang matang, Pemko Medan pasti sudah ada rencana untuk menyelamatkan aset Pemko Medan itu,” katanya.
Politis PAN ini juga menyoroti tidak bekerjanya pompa di Lapangan Merdeka saat banjir terjadi. “Alasannya karena listrik padam. Saya rasa ini sangat lucu, padahal ada genset agar pompa itu bisa bekerja. Patut dipertanyakan kajian yang dilakukan Pemko Medan ini. Kondisi ini tidak boleh terulang lagi,” katanya.
Menanggap hal itu, Kadis PKPCKTR Kota Medan, John Ester Lase, mengaku bahwa dirinya tidak ikut pada proses perencanaan pembangunan Lapangan Merdeka.
"Jika bicara banjir kemarin, hampir semua terdampak. Kendalanya memang karena listrik mati sehingga pompa tidak naik ke atas. Jadi Kita minta bantuan dari Pemadam Kebakaran dan Dinas SDABMBK Kota Medan," ucapnya.
Terkait genset, Jhon menyebut genset itu untuk keseluruhan lokasi di Lapangan Merdeka.
“Jika genset dinyalakan mungkin korslet. Makanya di tahap tiga ini akan mengadakan genset khusus hanya untuk darurat. Ketika mati lampu, genset khusus ini bisa dinyalakan tanpa mengganggu yang lain," tuturnya.






















