Desak Polda Tuntaskan Narkoba, Viktor Silaen: Jangan Tebang Pilih, Jangan Ada Oknum Bermain

Anggota DPRD Sumut Fraksi Golkar, Viktor Silaen. (Foto: Ari/Mistar)
Medan, MISTAR.ID (9/10/2026) — Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) dari Fraksi Golkar, Viktor Silaen, mendesak kepolisian untuk tidak ragu dan tidak tebang pilih dalam memberantas peredaran narkoba.
Hal itu disampaikannya menyikapi pernyataan Kapolri Suyudi Ario Seto yang menegaskan perang terhadap debt collector, narkoba, dan korupsi.
Menurut Viktor, Sumut sudah seharusnya lepas dari status peringkat pertama penyalahgunaan dan pengguna narkoba di Indonesia.
"Kita ketahui, Bapak Kapolri saat ini sebelumnya menjabat sebagai Kepala BNN. Tentu ancaman narkoba ini menjadi salah satu konsentrasi dirinya dalam memberantas penyalahgunaan dan pengguna," ujarnya kepada MISTAR di Gedung DPRD Sumut, Jumat (9/10/2026).
Ia menegaskan penegakan hukum harus tegas dan menyeluruh, mulai dari tingkat provinsi hingga kecamatan, serta menyasar pengguna maupun pengedar. Komitmen serius dari aparat penegak hukum dinilai sangat penting untuk menekan perdagangan narkoba yang mengancam masyarakat.
"Jangan ragu untuk menindak pengguna maupun pengedar narkoba. Instruksi Kapolri harus dilaksanakan sepenuhnya. Kita tegaskan juga bahwa jangan ada lagi oknum kepolisian yang bermain dengan narkoba," tegas Viktor yang juga Sekretaris DPD Golkar Sumut.
Viktor juga meminta kepolisian menindaklanjuti setiap laporan masyarakat terkait aktivitas peredaran narkoba secara serius guna menjaga kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak diam jika laporannya tidak ditanggapi. Jika perlu, aduan tersebut dapat diviralkan agar mendapat perhatian Kapolri.
"Jika ada bandar ataupun transaksi narkoba, masyarakat harus viralkan saja. Oknum di dalam kepolisian yang diduga bersekongkol dengan atau melindungi jaringan narkoba, juga viralkan kalau ada," tuturnya.
Ia menekankan keterlibatan masyarakat merupakan salah satu bentuk pencegahan penyalahgunaan narkoba, khususnya di Sumut.
"Masyarakat juga berhak menyuarakan pendapat mengenai masalah ini, termasuk melalui media sosial. Jika ada petugas yang diduga terlibat, laporkanlah agar tindakan tegas dapat diambil," ujarnya.
Viktor menambahkan, pemberantasan narkoba memerlukan komitmen kuat dari seluruh jajaran kepolisian serta dukungan aktif masyarakat. Penegakan hukum yang konsisten dan tindak lanjut atas setiap laporan sangat penting untuk memutus mata rantai peredaran narkoba.
"Saat ini Kapolri dan Kapolda Sumut baru saja menjabat, kita memiliki harapan besar kepada mereka agar Sumut ini bisa keluar dari penyalahgunaan narkoba," pungkasnya.(hm02)

















































