Thursday, October 22, 2026
home_banner_first
MEDAN

Cuaca Ekstrem Berpotensi Terjang Sumut 23–25 Oktober, BMKG: Waspada Banjir

Mistar.idKamis, 22 Oktober 2026 pukul 18.44 WIB
cuaca_ekstrem_berpotensi_terjang_sumut_2325_oktober_bmkg_waspada_banjir

Ilustrasi cuaca ekstrem. (Foto: Pixabay/Mistar)

Medan, MISTAR.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca ekstrem menerjang wilayah Sumatera Utara (Sumut) selama dua hari, mulai 23–25 Oktober 2026.

Kepala Balai Besar MKG (BBMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, mengatakan kondisi ini berpotensi mengakibatkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, hingga tanah longsor. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan.

"Wilayah yang berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang–sangat lebat antara lain Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Simalungun, Asahan, Batu Bara, Karo, Dairi, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Samosir, Toba, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan," ujarnya, Kamis (22/10/2026).

Selain itu, wilayah lainnya yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem, yaitu Kabupaten Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Mandailing Natal, Nias Utara, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Kota Medan, Binjai, Pematangsiantar, Tanjung Balai, Sibolga, Gunungsitoli, Padangsidimpuan.

"Kondisi tersebut dipicu oleh beberapa faktor alam meliputi sirkulasi siklonik terbentuk di Samudera Hindia Barat Aceh yang mengakibatkan adanya belokan angin dan pertemuan massa udara (konfluensi) di Sumut. Sirkulasi siklonik juga didukung oleh aktifnya gelombang atmosfer dan madden julian oscillation (MJO) di Sumut," ucap Hendro.

Akibat kondisi tersebut, hujan sedang–sangat lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi pada siang hingga dini hari dengan durasi cukup lama, diprediksi lebih dari tiga jam.

"Selain itu, suhu muka laut teramati hangat berkisar 30–31°C dan kelembaban udara yang tinggi di semua lapisan atmosfer. Faktor-faktor alam ini menyebabkan Sumut diprediksi menerima tambahan uap air, sehingga terjadi peningkatan pembentukan awan-awan hujan khususnya di wilayah pantai barat dan pesisir timur Sumut," ujarnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN