Bobby Nasution Bongkar di Depan Kajati Sumut: Ada Kajari di Medan Minta Uang ke Kepsek

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution saat memberikan sambutan di acara Jaksa Sahabat Pendidikan. (Foto: Iqbal/Mistar)
Medan, MISTAR.ID (6/10/2026) - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengungkap ada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di Kota Medan yang pernah meminta uang kepada kepala sekolah. Hal itu disampaikannya di hadapan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut (Kajati Sumut) Muhibuddin.
Pengakuan itu disampaikan Bobby saat acara Jaksa Sahabat Pendidikan di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Selasa (6/10/2026). Ia menegaskan peristiwa tersebut terjadi saat dirinya masih menjabat sebagai Wali Kota Medan.
"Saya dulu waktu di Medan, Pak Kajati, saya pernah berantem dengan Forkopimda saya, sama salah satu Kajari saya waktu di Medan," ujarnya saat memberikan sambutan.
Bobby menyebut Kajari tersebut meminta uang kepada para kepala sekolah dengan nominal bervariasi.
"Karena kepala sekolah, jadi saya ingat dulu Kajarinya itu minta uang ke kepala sekolah. Saya ingat ada yang Rp5 juta, Rp10 juta," ucapnya.
Saat mendapat laporan dari Kepala Dinas Pendidikan, Bobby mengaku langsung menghubungi Kajari yang dimaksud. Ia bahkan menyatakan bersedia membayarkan sendiri uang yang diminta, dengan syarat diserahkan di depan Kajati Sumut pada saat itu.
"Kebetulan siangnya saya mau ketemu dengan Pak Kajati, paginya Kadisdik saya melapor. Saya telepon Kajarinya menanyakan apakah dia hadir di acara Kajati, dia bilang hadir," kata Bobby.
"Saya bilang, baik kalau begitu, Pak Kajari nanti uang kepala sekolah jangan dari kepala sekolah, dari saya saja. Tapi kalau boleh saya serahkan di depan Pak Kajati saya ya, gimana boleh Pak? Kalau boleh saya siapkan sekarang. Alhamdulillah tidak jadi waktu itu," tambahnya.
Bobby enggan menyebut secara detail sosok Kajari yang dimaksud. Namun ia mengakui hubungan Pemko Medan dengan Kejari tersebut sempat merenggang.
"Cuma waktu itu konsekuensinya agak renggang memang hubungan Pemko Medan dengan salah satu Kejari. Saya tidak bilang apakah itu Kejari Medan atau Belawan, tahunnya juga saya tidak sebut," katanya.(hm02)



















































