BMKG Sebut Tinggi Hilal di Sabang 3,13°, Idulfitri di Indonesia 20 Maret 2026?

Wali Kota Medan, Rico Waas saat pengamatan hilal di UMSU. (Foto: Amita/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan mengemukakan bahwa ketinggian hilal pada Kamis (19/3/2026) petang, sejak matahari terbenam di Kota Sabang, Provinsi Aceh, telah melebihi 3°.
Seperti diketahui, Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) memiliki kriteria tersendiri dalam menetapkan bulan baru sesuai kalender Hijriah, terutama saat hendak memasuki 1 Ramadan, 1 Syawal, dan 1 Zulhijah.
Berdasarkan kriteria MABIMS, suatu hilal layak ditetapkan sebagai bulan baru dan dapat dianggap terlihat apabila memiliki ketinggian minimal 3° dan sudut elongasi minimal 6,4°. Kriteria ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi penentuan awal bulan Hijriah dan mempererat kesatuan umat Islam di negara-negara MABIMS.
Analis Gempa Bumi Balai Besar MKG (BBMKG) Wilayah I Medan, Chichi Nurhafizah, menjelaskan saat matahari terbenam di wilayah paling timur Indonesia, ketinggian hilalnya masih 0,91°.
Namun, dikatakan Chichi, saat matahari terbenam di wilayah paling barat Indonesia, ketinggian hilalnya telah mencapai 3,13°.
"Ketinggian hilal di Indonesia saat matahari terbenam pada Kamis tanggal 19 Maret 2026 berkisar antara 0,91° di Kota Merauke, Papua, dan 3,13° di Kota Sabang, Aceh. Sedangkan, di Kota Medan ketinggian hilal 2,87°," katanya saat dikonfirmasi Mistar via sambungan seluler, Selasa (17/3/2026).
Lanjut Chichi, adapun sudut elongasi saat matahari di wilayah paling timur Indonesia 4,54° dan di wilayah paling barat Indonesia sudut elongasinya mencapai 6,1°
"Sudut elongasi di Indonesia saat matahari terbenam pada Kamis tanggal 19 Maret 2026 berkisar 4,54° di Waris, Papua sampai dengan 6,1° di Kota Banda Aceh, Aceh. Sedangkan, di Kota Medan 5,98°," ujarnya.
Berdasarkan data posisi hilal (ketinggian dan sudut elongasi) tersebut, kata Chichi, hilal di wilayah Sumut terutama Kota Medan belum memenuhi kriteria. Sebab, ketinggian hilalnya masih 2,87° dan sudut elongasinya 5,98°.
"Menurut data hisab yang dikeluarkan oleh BMKG untuk wilayah Sumut belum memenuhi (kriteria memasuki bulan baru berdasarkan standar MABIMS)," tuturnya.
Sekadar informasi, BMKG akan melakukan rukyatulhilal atau pengamatan bulan pada Kamis (19/3/2026) petang. Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) dan organisasi Islam akan menggelar sidang isbat pada malam harinya untuk penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah/2026.
Apabila hilal terlihat dan memenuhi kriteria MABIMS, maka Idulfitri akan jatuh pada Jumat (20/3/2026). Namun, sebaliknya jika hilal tidak terlihat atau tidak memenuhi kriteria MABIMS, maka 1 Syawal akan jatuh pada Sabtu (21/3/2026) mendatang. Lain sisi, Muhammadiyah telah menentapkan 1 Syawal pada Jumat (20/3/2026). (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
Soal Laporan THR Dicicil, Kadisnaker Medan: Sudah DimediasiBERITA TERPOPULER























