Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
MEDAN

Banjir dan Longsor di Sumatera: Pengamat Soroti Curah Hujan Tinggi dan Kondisi Hutan Rusak

Mistar.idSelasa, 2 Desember 2025 pukul 21.51 WIB
banjir_dan_longsor_di_sumatera_pengamat_soroti_curah_hujan_tinggi_dan_kondisi_hutan_rusak

Jaya Arjuna, pengamat lingkungan (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Pengamat lingkungan Medan, Jaya Arjuna, mengakui bahwa intensitas curah hujan yang cukup tinggi akibat siklon tropis Sinyar yang melintasi wilayah Tapanuli serta Provinsi Aceh dan Sumatera Barat memang menjadi pemicu terjadinya longsor dan banjir.

Namun, menurutnya, kondisi hutan yang tidak dirawat juga menjadi penyebab parahnya dampak longsor dan banjir. Jaya Arjuna menyampaikan bahwa saat ini kondisi lingkungan cukup rusak sehingga seharusnya hujan dapat terserap ke dalam tanah, tetapi yang terjadi justru sebaliknya.

"Karena terjadi pengurangan tegakan kayu, terutama di daerah dengan kecuraman tinggi, air yang turun membawa ranting kayu dan sampah sisa tebangan lainnya," ujarnya, Selasa (2/12/2025).

Ia menyoroti minimnya pengawasan terhadap drainase di lantai hutan yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah yang berwenang. Selain itu, menurut Jaya Arjuna, perizinan hak pengelolaan hutan juga tidak dikontrol dengan baik.

"Yang jelas, perizinan tidak dikontrol dengan benar. Berapa kuota kayu yang boleh ditebang, pada kecuraman berapa yang diperbolehkan, dan bagaimana mengelola sisa ranting serta kayu tebangan lainnya," kata Jaya Arjuna.

Menurutnya, seharusnya dihitung berapa tegakan kayu yang harus ada di area curam. Jika kurang, maka perlu ditanam dan dipelihara hingga tumbuh. Bukan sekadar menanam tanpa perawatan, sehingga daerah rawan longsor justru semakin terabaikan.

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapuspedatin) BNPB, Abdul Muhari, dalam jumpa pers yang disiarkan melalui akun YouTube BNPB Indonesia pada Selasa (2/12/2025), menyampaikan data terbaru korban banjir di Sumatera.

Sebanyak 708 orang dinyatakan meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

"Sore ini, untuk status hasil pencarian dan pertolongan secara umum, meninggal dunia 708 jiwa, sementara yang hilang masih dilaporkan sebanyak 499 jiwa," kata Abdul Muhari.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN